SDN Anyelir 1 Depok Terapkan PJJ, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas
- 07 Sep 2026 13:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- SDN Anyelir 1 Depok menerapkan pembelajaran jarak jauh pada Senin, 7 September 2026 sebagai respons atas dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Kepala Sekolah Dudung Badrujaman menyatakan bahwa kebijakan PJJ merupakan langkah keselamatan untuk melindungi siswa dari bahaya abu vulkanik.
- Meskipun menerapkan PJJ, sekolah tetap memastikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung dengan baik untuk siswa-siswa.
RRI.CO.ID, Depok - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Anyelir 1 Depok menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) Senin, 7 September 2026. Hal tersebut menyusul dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala SDN Anyelir 1 Depok, Dudung Badrujaman mengatakan kebijakan tersebut menjadi langkah sekolah untuk menjaga keselamatan siswa. Sekaligus memastikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.
Sekolah bergerak cepat merespons perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan menunggu arahan resmi dari Dinas Pendidikan. Dudung mengatakan sejak Minggu, sekolah telah memberikan imbauan untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai langkah antisipasi paparan abu vulkanik.
“Jadi untuk ini kan istilahnya peristiwa yang force majeure. Kita juga sangat cepat sekali, dari Dinas juga sangat cepat, kita juga harus menanggapi dengan sangat cepat,” kata Dudung saat ditemui RRI.co.id di SDN Anyelir 1, Depok, Senin, 7 September 2026.
Ia menjelaskan sebelum keputusan resmi PJJ diterbitkan, sekolah telah meminta siswa menggunakan masker, mencuci tangan, serta membawa minum sendiri. Informasi tersebut disampaikan kepada orang tua melalui grup komunikasi kelas.
Setelah surat resmi dari Dinas Pendidikan diterima, sekolah kemudian menyiapkan pembagian tugas bagi guru dan skema pembelajaran selama PJJ. Untuk Senin dan Selasa, 7-8 September 2026, pembelajaran dilaksanakan dari rumah hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
“Kalau untuk PJJ ini kita mungkin sudah berpengalaman di masa COVID. Walaupun dengan suasana mendadak, guru-guru dari pengalaman itu sudah tahu PJJ itu seperti apa,” ujarnya.
Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui grup kelas. Sebagian guru menjalankan tugas dari sekolah, sementara sebagian lainnya bekerja dari rumah memberikan pendampingan kepada siswa secara daring.
Guru kelas 5D SDN Anyelir 1 Depok, Tanti mengatakan pelaksanaan PJJ pada hari pertama secara umum berjalan baik. Komunikasi antara guru dan siswa dilakukan melalui grup kelas untuk menyampaikan materi, arahan, maupun tugas pembelajaran.
“Pelaksanaan PJJ secara umum dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi menggunakan grup kelas. Guru menyampaikan informasi, arahan, dan tugas pembelajaran kepada peserta didik dari rumah,” kata Tanti.
Namun, pelaksanaan PJJ tetap memiliki sejumlah kendala dibandingkan pembelajaran tatap muka. Guru tidak dapat memantau secara langsung kondisi dan tingkat pemahaman siswa.
"Beberapa siswa mungkin mengalami kendala dalam mengikuti pembelajaran secara optimal. Bagi siswa, belajar dari rumah juga membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu yang lebih baik," ucap Tanti.
Namun, di tengah kondisi saat ini Tanti menilai pelaksanaan PJJ tidak hanya menjadi bentuk penyesuaian terhadap situasi darurat. PJJ juga memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi bencana.
"Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas. Sehingga kegiatan pembelajaran perlu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan informasi resmi dari pihak berwenang," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....