SDN Anyelir 1 Depok Bergerak Cepat Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik Krakatau

  • 07 Sep 2026 14:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SDN Anyelir 1 Depok mengambil inisiatif cepat dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Sabtu, 5 September 2026.
  • Kepala sekolah Dudung Badrujaman menyatakan bahwa pihak sekolah masih menunggu arahan resmi dari Dinas Pendidikan sebelum menentukan kebijakan pembelajaran jarak jauh.
  • Sekolah telah mengimbau siswa menerapkan protokol kesehatan meskipun keputusan resmi pembelajaran jarak jauh belum diterbitkan oleh otoritas pendidikan.

RRI.CO.ID, Depok - SDN Anyelir 1 Depok bergerak cepat melakukan langkah antisipasi terhadap dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Bahkan sebelum keputusan resmi pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterbitkan, sekolah telah mengimbau siswa menerapkan protokol kesehatan.

Kepala SDN Anyelir 1 Depok, Dudung Badrujaman mengatakan sekolah mulai memantau perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Sabtu, 5 September 2026. Namun, pihak sekolah masih menunggu arahan resmi dari Dinas Pendidikan sebelum menentukan kebijakan kegiatan belajar mengajar.

“Dari hari Minggu, kita sudah mulai melakukan imbauan terkait dengan protokol kesehatan menghadapi kondisi yang sekarang sedang ramai, erupsi dari Gunung Anak Krakatau ini,” kata Dudung kepada RRI.CO.ID, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan apabila kegiatan pembelajaran tetap berlangsung secara tatap muka. Siswa diimbau menggunakan masker, mencuci tangan, dan membawa air minum sendiri.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada orang tua melalui grup WhatsApp kelas masing-masing. Guru juga tetap bersiaga meski imbauan tersebut disampaikan pada hari libur.

Dudung mengatakan sekolah kemudian langsung menyiapkan skenario pembelajaran setelah menerima informasi dari Dinas Pendidikan mengenai kemungkinan penerapan PJJ.

“Kita juga sudah siapkan pembagian tugas, skenarionya bagaimana untuk hari ini. Dan semalam surat resminya sudah keluar,” ujarnya.

Ia menilai kecepatan respons menjadi penting dalam menghadapi kondisi yang bersifat darurat. Menurutnya, sekolah harus dapat menyesuaikan kebijakan dengan perkembangan situasi sekaligus memastikan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....