Guru Nilai PJJ Jadi Pembelajaran Kemandirian Siswa di Tengah Erupsi Krakatau

  • 07 Sep 2026 13:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SDN Anyelir 1 Depok menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai respons atas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Guru memanfaatkan grup kelas digital untuk menyampaikan materi, arahan, dan tugas kepada siswa selama belajar dari rumah.
  • Pembelajaran jarak jauh dinilai sebagai kesempatan bagi siswa untuk belajar lebih mandiri dan memahami pentingnya menjaga keselamatan.

RRI.CO.ID, Depok - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan SDN Anyelir 1 Depok di tengah sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. PJJ dinilai menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar lebih mandiri dan memahami pentingnya menjaga keselamatan.

Guru kelas 5D SDN Anyelir 1 Depok, Tanti mengatakan pelaksanaan PJJ pada hari pertama secara umum berjalan baik. Guru memanfaatkan grup kelas untuk menyampaikan materi, arahan, dan tugas kepada siswa selama belajar dari rumah.

“Pelaksanaan PJJ secara umum dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi menggunakan grup kelas. Guru menyampaikan informasi, arahan, dan tugas pembelajaran kepada peserta didik dari rumah,” kata Tanti kepada RRI.CO.ID, Senin, 7 September 2026.

Anak-anak sekolah SDN Anyelir 1 Depok sedang menjalani PJJ via Zoom, Senin, 7 September 2026, (Foto: RRI.co.id/Afriyani)

Menurutnya, pembelajaran dari rumah membuat siswa perlu memiliki kemandirian dan kedisiplinan lebih tinggi. Siswa tidak hanya mengikuti arahan guru, tetapi juga dituntut mampu mengatur waktu dan menyelesaikan tugas selama proses pembelajaran berlangsung.

Tanti mengatakan guru tetap berupaya menjaga komunikasi dengan siswa selama PJJ. Arahan dan tugas diberikan melalui grup kelas sehingga kegiatan pembelajaran tetap terpantau.

"Bagi siswa, belajar dari rumah juga membutuhkan kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu yang lebih baik. Guru perlu memberikan instruksi yang sederhana, jelas, dan bertahap agar tugas tetap dapat dipahami dan dikerjakan oleh siswa," kata Tanti.

Tanti Sutanti berpose sejenak ditengah PJJ, Senin, 7 September 2026 (Foto: RRI.co.id/Afriyani)

Situasi tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa bahwa kegiatan belajar dapat menyesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi. Menurut Tanti, keselamatan dan kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama ketika lingkungan sekitar berada dalam kondisi terdampak bencana.

“Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas. Sehingga kegiatan pembelajaran perlu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan dan informasi resmi dari pihak berwenang,” ujarnya.

Ia menilai kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi pengingat bagi siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan lingkungan. Pembelajaran tidak hanya melalui materi yang diberikan guru, tetapi juga melalui pengalaman menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....