Hendriyanto Attan Resmi Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
- 02 Sep 2026 17:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hendriyanto resmi menerima gelar kehormatan Kanjeng Raden Haryo (KRH) Hendriyanto Attan Dharmawisisesa dari Karaton Surakarta Hadiningrat.
- Penganugerahan gelar tersebut ditetapkan melalui Kakancingan Angka 313/KS/08/26 yang dikeluarkan Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat.
- Pria yang akrab disapa Attan itu dianugerahi pangkat Riya Nginggil sebagai bentuk kehormatan dari Karaton Surakarta Hadiningrat.
RRI.CO.ID, Solo - Hendriyanto Attan, S.Psi., M.M. resmi menerima gelar kehormatan Kanjeng Raden Haryo (KRH) Hendriyanto Attan Dharmawisisesa dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Penganugerahan gelar tersebut ditetapkan melalui Kakancingan Angka 313/KS/08/26 yang dikeluarkan Pengageng Parentah Karaton Surakarta Hadiningrat.
Dalam naskah kakancingan tersebut, pria yang akrab disapa Attan itu dianugerahi pangkat Riya Nginggil sebagai bentuk kehormatan dari Karaton Surakarta Hadiningrat. Pangkat tersebut memiliki makna sebagai jabatan tertinggi dan terhormat, khususnya dalam bidang intelijen.
Pemberian gelar kebangsawanan tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga mengandung amanah agar penerimanya senantiasa menjunjung nilai-nilai luhur budaya Jawa. Serta menjaga martabat dan kehormatan Karaton Surakarta Hadiningrat dalam kehidupan bermasyarakat.
Dokumen penetapan ditandatangani Sinoehoen Tedjowoelan dan disertai cap resmi Karaton Surakarta Hadiningrat. Penetapan tersebut tertanggal 31 Wulan Agustus Tahun 2026, bertepatan dengan 17 Mulud Tahun Be 1960 dalam penanggalan Jawa.
Penganugerahan gelar Kanjeng Raden Haryo disebut sebagai bentuk penghormatan Karaton Surakarta Hadiningrat kepada tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, pengabdian. Serta kontribusi yang sejalan dengan nilai-nilai adiluhung budaya Jawa.
Dengan penganugerahan tersebut, Hendriyanto Attan kini secara resmi menyandang nama kehormatan Kanjeng Raden Haryo Hendriyanto Attan Dharmawisisesa, S.Psi., M.M.
"Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih atas gelar ini. Tentu gelar ini bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah untuk menjaga nilai, mengabdi kepada masyarakat, dan meneruskan jejak leluhur dalam menghadirkan kemaslahatan," kata Attan dalam keterangannya, Rabu 2 September 2026.
Attan diketahui merupakan pria kelahiran Sumenep, Madura, Jawa Timur. Latar belakang daerah kelahirannya juga memiliki keterkaitan dengan sejarah panjang tradisi kerajaan dan kebudayaan Jawa-Madura.
Selama ini, masyarakat lebih banyak mengenal Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa. Namun, di ujung timur Pulau Madura, Kabupaten Sumenep juga memiliki Keraton Sumenep yang menjadi bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Madura.
Keraton Sumenep tercatat pernah dipimpin puluhan raja. Dalam perjalanan sejarahnya, sejumlah tokoh raja lebih banyak dikenal karena popularitas maupun peninggalan sejarah yang masih dapat ditemukan hingga kini.
Salah satu tokoh penting dalam sejarah Sumenep adalah Arya Wiraraja. Ia dilantik sebagai Adipati pertama Sumenep pada 31 Oktober 1269, yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Sumenep.
Arya Wiraraja dikenal sebagai tokoh yang memiliki kemampuan dalam memberikan nasihat serta menyusun strategi. Analisisnya disebut tajam dan terarah.
Dalam sejumlah catatan sejarah, Arya Wiraraja juga dikaitkan dengan berdirinya Majapahit bersama Raden Wijaya. Ia turut berperan dalam strategi menghadapi pasukan Tartar atau Mongol yang datang ke Jawa hingga akhirnya pasukan tersebut meninggalkan Pulau Jawa.
Latar sejarah tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya yang melekat pada masyarakat Sumenep dan Madura. Termasuk bagi generasi yang terus membawa nilai-nilai sejarah dan kebudayaan tersebut dalam kehidupan modern.
Bagi Hendriyanto Attan, penganugerahan gelar dari Karaton Surakarta Hadiningrat menjadi sebuah tanggung jawab baru untuk mengaktualisasikan nilai-nilai budaya, pengabdian, serta kemanfaatan bagi masyarakat. Gelar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol kehormatan, tetapi menjadi pengingat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur budaya dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....