Menbud Fadli: Pemugaran Keraton Solo Tetap Berjalan
- 29 Agt 2026 11:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menegaskan revitalisasi Keraton Solo tetap berjalan meski konflik internal antarkubu semakin memanas.
- Pemerintah fokus pada pemugaran fisik kawasan Keraton Solo sebagai Bangunan Cagar Budaya sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Menbud Fadli meminta persoalan internal keraton diselesaikan secara internal, sementara negara berkewajiban melindungi cagar budaya sesuai undang-undang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menanggapi konflik internal Keraton Solo di tengah upaya pemerintah melakukan revitalisasi kawasan tersebut. Pemerintah berupaya memugar kawasan Keraton Solo sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB).
Diketahui, persoalan internal Keraton Solo memanas usai dua kubu saling lapor ke polisi. Perselisihan tersebut melibatkan sejumlah pihak internal keraton dan menjadi perhatian pemerintah dalam upaya pelestarian kawasan budaya.
Laporan pertama datang dari seorang abdi dalem pajagan (penjaga) kubu Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi bernama Ananda Versa Bagus Priyono. Ia melapor ke Polresta Solo atas dugaan penganiyaan yang menimpa dirinya saat acara miyos gongso (keluarnya) gamelan Sekaten.
Sedangkan laporan kedua datang dari Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKR Panembahan Timoer Rumbay. Ia melaporkan Ketua LDA GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng ke Polresta Solo, Senin, 24 Agustus 2026.
Timoer melaporkan Gusti Moeng atas dugaan pencurian, penggelapan dan penguasaan tanpa hak atas tiga set gamelan Keraton Solo. Diantaranya, Kiai Guntur Madu, Kiai Guntur Sari, dan Monggang Ageng, dugaan pencurian tersebut terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026.
Ia pun telah menepis telah melakukan pencurian gamelan Keraton Solo. Ia mengatakan pemindahan gamelan dilakukan sebagai tahap awal revitaliasai kawasan Keraton Solo.
Terkait dengan konflik internal yang memanas di Keraton Solo, Menbud Fadli menegaskan bahwa revitalisasi akan jalan terus. Hal ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Kita akan fokus pada pemugarannya, secara fisik ya. Kalau ada yang berkaitan dengan internal ya saya minta itu biar diselesaikan secara internal," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia mengatakan, negara hadir untuk melindungi cagar budaya melalui upaya revitalisasi. Proses revitalisasi Keraton Solo akan segera dimulai lantaran banyak bangunan cagar budaya di Keraton Solo yang tidak terurus dan tidak terawat.
"Tapi kewajiban negara hadir adalah untuk melindungi cagar-cagar budaya sesuai dengan undang-undang cagar budaya kita. Sehingga di Keraton Solo termasuk bagian yang direvitalisasi," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....