Mentan Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Setahun
- 22 Agt 2026 09:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah memastikan stok beras untuk pengungsi terdampak gempa NTT mencukupi hingga satu tahun ke depan.
- Sebanyak 5.386 ton beras disiapkan untuk NTT, termasuk 200 ton khusus Kabupaten Manggarai, dan disalurkan gratis.
- Kementan membantu pemulihan pertanian dengan memperbaiki sawah, irigasi tersier, serta menyediakan benih dan alsintan gratis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan beras untuk masyarakat terdampak gempa di NTT tercukupi. Bahkan, kata dia, stok beras yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan para pengungsi hingga satu tahun ke depan.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pangan. Ia menekankan pasokan beras tersedia dan dapat segera dikirim kapan pun dibutuhkan tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.
"Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak akan ada kekurangan,” katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan stok beras nasional mencapai 5,2 juta ton, sementara stok di NTT sekitar 39 ribu ton. Berdasarkan kalkulasi pemerintah, jumlah pengungsi mencapai sekitar 34.600 orang dengan kebutuhan sekitar 300 ton beras per bulan.
"Stok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup," ujarnya.
Ia mengatakan kepastian ketersediaan pangan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut diberikan agar pemerintah bergerak cepat memastikan masyarakat terdampak bencana tidak mengalami kekurangan pangan.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah menyiapkan 200 ton beras khusus untuk Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk NTT dengan total bantuan beras mencapai 5.386 ton.
Ia meminta pemerintah daerah tidak ragu mengajukan kebutuhan pangan masyarakat. Gudang pangan akan dibuka selama 24 jam sehingga distribusi dapat dilakukan segera ketika bantuan dibutuhkan.
juga memastikan seluruh beras bantuan diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak. Selain beras, pemerintah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa minyak goreng, gula, dan mi instan.
Kementan juga akan membantu masyarakat kembali berproduksi melalui perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak. Pihaknya akan menyediakan benih gratis, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin, jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....