Pascagempa NTT, Kementan Perbaiki Sawah dan Ganti Tanaman Perkebunan
- 20 Agt 2026 15:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementan memperbaiki sawah dan irigasi tersier yang rusak akibat gempa NTT, termasuk menyediakan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).
- Tanaman perkebunan yang rusak akan diganti, seperti kopi, kakao, dan kelapa, agar petani dapat kembali memperoleh penghasilan.
- Penyaluran bantuan dipermudah, petani cukup mengajukan melalui pemerintah daerah atau penyuluh pertanian lapangan (PPL), sementara pemerintah menjamin ketersediaan pangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperbaiki sawah yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Demikian disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.
"Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi, diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 20 Agustus 2026.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penggantian tanaman perkebunan yang rusak, seperti kopi, kakao, dan kelapa. Langkah itu dilakukan agar para korban bisa segera kembali berpenghasilan.
"Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden," ujarnya. Ia juga meminta agar bantuan-bantuan yang dibutuhkan para korban bencana tidak lagi melalui prosedur yang rumit.
Pengajuan bantuan petani dapat disampaikan melalui pemerintah daerah maupun penyuluh pertanian lapangan (PPL). "Cukup PPL. Kita permudah, bypass semua. Itu perintah Bapak Presiden, jangan persulit rakyat kita yang butuh bantuan," katanya.
Ia memastikan, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya agar ketersediaan untuk para korban bisa terjamin. Dan mata pencahariannya bisa segera pulih.
"Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin," ujarnya. Sebagai informasi, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 terjadi di utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026.
Kemudian, gempa susulan tercatat terjadi sebanyak 1.624 kali hingga Senin, 17 Agustus 2026. Gempa bumi ini menelan korban hingga 68 orang meninggal dunia dan 213 luka-luka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....