Kapal RSA Laksamana Malahayati Bawa Misi Kesehatan untuk Warga NTT

  • 21 Agt 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPP PDI Perjuangan (PDIP) memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan korban gempa bumi.
  • RSA Laksamana Malahayati milik PDIP ini diberangkat dalam rangka membawa misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau terpencil di NTT.

RRI.CO.ID, Jakarta - DPP PDI Perjuangan (PDIP) memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati menuju Nusa Tenggara Timur (NTT). Guna membantu penanganan korban gempa bumi.

RSA Laksamana Malahayati milik PDIP ini diberangkat dalam rangka membawa misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Khususnya di kawasan pesisir dan pulau-pulau terpencil di NTT.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pengerahan kapal rumah sakit tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kapal itu akan memperkuat tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) dan relawan kesehatan PDIP yang telah lebih dulu berada di wilayah Flores dan sekitarnya.

"Jadi sesuai dengan arahan Ibu Megawati Soekarnoputri. Hari ini PDIP mengirimkan Kapal Laksamana Malahayati untuk bergabung bersama tim Baguna dan relawan kesehatan yang telah datang di wilayah bencana di Flores dan sekitarnya," katanya di Jakarta, Kamis 20 Agustus 2026.

Pelepasan kapal dilakukan langsung oleh Hasto di Cilegon, Banten, Kamis 20 Agustus, malam. Prosesi tersebut diisi dengan doa bersama jajaran pengurus partai, relawan, dan awak kapal untuk para korban gempa di NTT serta keselamatan relawan yang menjalankan misi kemanusiaan.

Hasto menyebut sejumlah tokoh dan pengurus DPP PDIP juga telah berada di Flores untuk membantu penanganan bencana. Mereka antara lain Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini, Ribka Tjiptaning, dan Sri Rahayu.

Menurut Hasto, pengerahan bantuan tersebut mengedepankan semangat gotong royong dan kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang masyarakat. "Kapal Laksamana Malahayati ini akan melengkapi seluruh tim Baguna dan relawan kesehatan dan membantu rakyat tanpa membeda-bedakan apa pilihan politiknya, suku, agama, dan status sosial," ujarnya.

Ia menegaskan, nilai kemanusiaan harus menjadi dasar dalam membangun solidaritas untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Hasto mengatakan Kapal RSA Laksamana Malahayati membawa berbagai kebutuhan medis, obat-obatan, dan perlengkapan yang ditujukan terutama bagi kelompok rentan.

Bantuan tersebut, kata Hasto, juga memperhatikan kebutuhan ibu hamil, perempuan, dan anak-anak balita yang kerap luput dalam penanganan bencana. "Ada beberapa bahan obat-obatan, dan sesuai dengan kebutuhan terutama untuk kebutuhan ibu-ibu dan anak-anak balita," katanya.

Hasto menjelaskan, perhatian terhadap kelompok rentan menjadi salah satu hal yang ditekankan Megawati dalam setiap penyusunan bantuan kebencanaan. Menurutnya, kebutuhan perempuan, ibu hamil, dan balita perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki kebutuhan berbeda dalam situasi darurat.

RSA Laksamana Malahayati merupakan kapal rumah sakit milik PDIP yang membawa misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan pesisir dan pulau-pulau terpencil di Indonesia. Kapal tersebut mulai menjelajah perairan Indonesia setelah diluncurkan Megawati Soekarnoputri pada Juni 2023.

Dalam operasionalnya, kapal didukung 12 anak buah kapal dan delapan tenaga kesehatan.

RSA Laksamana Malahayati memiliki bobot 262 Gross Tonnage (GT), panjang 30 meter, lebar 9 meter, dan draft sekitar 2 meter.

Kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan maksimal 7 knot. Dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang dimiliki, kapal rumah sakit itu diarahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir maupun pulau-pulau terpencil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....