Kemenhub Optimalkan Transportasi Laut Distribusi Bantuan Pascagempa NTT
- 20 Agt 2026 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Perhubungan mengoptimalkan transportasi laut untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa Flores di Nusa Tenggara Timur.
- Transportasi laut berperan penting dalam mobilisasi personel tanggap darurat dan penyaluran kebutuhan masyarakat secara cepat dan aman pascagempa.
- Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menekankan bahwa moda transportasi laut membantu menjangkau wilayah terdampak dengan efisien.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengoptimalkan transportasi laut untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa Flores. Langkah tersebut juga mendukung mobilisasi personel tanggap darurat menuju sejumlah daerah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menyebut transportasi laut berperan penting mempercepat penanganan bencana di Flores. Moda tersebut membantu menjangkau wilayah terdampak sekaligus menyalurkan kebutuhan masyarakat secara cepat dan aman pascagempa NTT.
“Prioritas kami adalah memastikan transportasi laut dapat mendukung penanganan bencana. Baik itu untuk distribusi bantuan kemanusiaan maupun mobilisasi personel,” kata Muhammad Masyhud dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Masyhud menjelaskan transportasi laut diprioritaskan mengangkut logistik dasar, peralatan bencana, tenaga medis, relawan, serta personel tanggap darurat dan pemulihan. Kemenhub membebaskan tarif 100 persen pengiriman bantuan kemanusiaan menggunakan kapal PSO PT PELNI bagi personel penanggulangan bencana.
“Apabila diperlukan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik, kami dapat melakukan penyesuaian pola operasi kapal perintis. Sehingga bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak dengan lebih cepat dan efektif,” ucap Masyhud mengungkapkan.
Ia juga menyampaikan KM Tidar mengangkut bantuan kemanusiaan dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju wilayah terdampak gempa Flores. Bantuan dihimpun dari KSOP, Pelindo, TPS, pemangku kepentingan, dan masyarakat berupa kebutuhan pokok serta makanan bayi.
“Sementara, bantuan dari kantor pusat Kemenhub akan dikirim melalui KM Tidar dari Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 Agustus 2026. Kapal tersebut dijadwalkan menuju Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang untuk mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujar Masyhud.
Selain KM Tidar, Kemenhub mengerahkan Kapal Negara (KN) NIPA untuk menyalurkan sembako, air bersih, obat-obatan, selimut, dan tenda dari Kupang. KN NIPA berangkat dari Pelabuhan Kupang pada Selasa 18 Agustus 2026 pukul 00.31 WITA dan tiba 20 Agustus 2026.
“Pembongkaran bantuan dipusatkan di Pelabuhan Reo dan Maropokot yang termasuk wilayah terdampak cukup parah. Selain membawa bantuan, KN NIPA melakukan pemantauan dan perbaikan sarana bantu navigasi pelayaran di perairan Flores untuk menjaga keselamatan pelayaran,” kata Masyhud.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....