Gempa Susulan NTT Masih Terjadi, Jumlah Pengungsian Mengalami Peningkatan
- 20 Agt 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jumlah korban meninggal dunia akibat gempat Nusa Tenggara Timur bertambah menjadi 75 orang
- Gempa susulan masih dirasakan warga sehigga jumlah pengungsian mengalami peningkatan
- Gempa mengganggu aktivitas belajar di sekolah
RRI.CO.ID, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap jumlah pengungsian warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. BNPB mencatat jumlah pengungsian mencapai 92.735 jiwa.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengatakan warga mengungsi karena kerap gempa susulan. Warga khawatir dengan gempa susulan yang masih dirasakan penduduk.
“Kami mencatat 92.735 jiwa yang semula 59.647 jiwa. Sehingga catatan kami bertambah 33.088 jiwa,” kata Berton Panjaitan, dalam keterangan pers secara virtual di Youtube BNPB, Kamis, 20 Agustus 2026.
Adapun jumlah penambahan pengungsian paling banyak berada di Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa, Manggarai 9.649 jiwa dan Manggarai Barat 1.556 jiwa. Berton mengimbau warga untuk waspada dengan gempa susulan.
Ia menyebut sebanyak 3.352 gempa susulan terjadi masih dirasakan warga di NTT. Kekuatan gempa mulai dari besar hingga yang rendah.
“Gempa ini terus dirasakan besar maupun kecil, kami dari pagi merasakan gempa susulan besar pada pukul 10.47WIB , gempa M 5,7. Dengan masih banyak gempa susulan tergolong besar, masyarakat tetap waspada dan siap siaga,” katanya.
Berton menyampaikan dampak lain dari gempa yakni jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 75 orang dari sebelumnya 71 orang atau ada penambahan empat korban. Rincian penambahan korban meninggal dunia adalah Kabupaten Sikka dua orang, Manggarai dua orang dan Nagekeo satu orang.
Sementara itu, korban luka juga mengalami peningkatan menjadi 907 jiwa dari sebelumnya 898 jiwa. Adapun jumlah rumah rusak mencapai 36.163 unit atau bertambah 7.187.
Ia mengatakan pemerintah terus mengirimkan bantuan logistik terutama sembako untuk korban terdampak gempa. Total bantuan yang telah dikirim ke NTT mencapai 167 ton.
Bantuan dikirim dari pos pendukung nasional yang di pusatkan di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selanjutnya bantuan dikirim ke Bandara Labuan Bajo dan Manggarai.
“Hari ini kami kirim 42 ton dan 60 ton. Sehingga total yang dikirim hari ini 102 ton,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipulhayat, mengatakan sektor pendidikan terdampak gempa. Ia menyebut ruang kelas yang mengalami kerusakan parah mencapai 63, 7 persen atau 5.521 unit dari 8.664 ruang kelas.
“Gempa bumi terdampak kepada 1.378 satuan pendidikan, dengan 502 sekolah diantaranya rusak berat di 7 kabupaten. Yang meliputi 177. 668 murid; dan 21.166 guru dan tenaga kependidikan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....