Layanan KRL Bogor & Tangerang Kembali Normal usai Tertemper, Penumpang Harap Sabar!

  • 20 Agt 2026 09:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • - Layanan Commuter Line Bogor dan Tangerang kembali normal setelah mengalami gangguan akibat tertemper.
  • - KAI Commuter melakukan penguraian keterlambatan melalui rekayasa pola operasi satu jalur pada lintasan terdampak.
  • - KAI Commuter mengingatkan larangan berada di sekitar jalur rel dan kewajiban mendahulukan kereta api.

RRI.CO.ID, Jakarta - Layanan perjalanan Commuter Line Bogor dan Tangerang kembali normal setelah sempat mengalami keterlambatan akibat tertemper. KAI Commuter kini melakukan normalisasi untuk mengurai keterlambatan perjalanan pada kedua lintas tersebut secara bertahap.

Commuter Line Bogor No. 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota kembali berjalan menuju Stasiun Manggarai setelah tertemper orang. Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman rangkaian sebelum perjalanan kembali dijalankan menuju Manggarai.

Commuter Line Tangerang No.1914A relasi Duri–Tangerang juga kembali berjalan setelah tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi. Peristiwa itu terjadi antara Stasiun Rawabuaya dan Stasiun Batu Ceper pada lintasan perjalanan Commuter Line Tangerang.

Penumpang KRL yang masih menunggu di Stasiun Pancasila, Kami pagi, 20 Agustus 2026, (Foto: Diyah/CL Mania)

Pada Kamis, 20 Agustus 2026, KAI Commuter mencatat gangguan perjalanan terjadi pada layanan Bogor dan Tangerang. Lokasi gangguan berada antara Stasiun Pasar Minggu–Stasiun Manggarai serta Stasiun Rawa Buaya–Stasiun Batu Ceper.

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan dampak gangguan terhadap jumlah perjalanan pada kedua lintas tersebut. Kedua insiden melibatkan objek berbeda pada jalur perjalanan dan mengganggu operasional masing-masing layanan.

“Imbas kejadian tersebut sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih dan perjalanan dibatalkan sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Tangerang sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit,” kata Leza kepada RRI.co.id , Kamis, 20 Agustus 2026.

KAI Commuter memberlakukan rekayasa pola operasi satu jalur untuk menekan dampak keterlambatan perjalanan kedua layanan tersebut. Rekayasa tersebut diterapkan antara Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Manggarai untuk perjalanan Commuter Line Bogor.

Untuk Commuter Line Tangerang, pola satu jalur diberlakukan antara Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Batu Ceper. Rekayasa pola operasi dilakukan pada segmen lintasan terdampak untuk menjaga perjalanan tetap dapat dijalankan selama gangguan.

Leza kembali menyoroti aturan keselamatan yang berkaitan dengan dua gangguan perjalanan pada lintasan tersebut. KAI Commuter menyayangkan gangguan operasional akibat orang di jalur rel dan pengguna jalan raya.

Undang-Undang Perkeretaapian No.23 Tahun 2027 mengatur larangan berada di sekitar jalur rel tanpa izin. KAI Commuter juga menyebut pengguna jalan raya wajib mendahulukan perjalanan kereta api ketika melewati perlintasan sebidang.

“KAI Commuter dengan tegas melarang orang yang tidak berkepentingan berada di sekitar jalur rel dan selalu mendahulukan kereta melintas saat akan melewati perlintasan sebidang,” ujar Leza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....