Ikan Diduga Tak Disimpan di Freezer Picu Insiden MBG di Karo

  • 16 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan adanya dugaan kelalaian dalam pengolahan ikan pada insiden keamanan pangan Program MBG di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
  • Investigasi sementara menunjukkan bahwa sebagian bahan baku ikan diduga tidak disimpan dalam freezer dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam atau lebih.
  • Kepala BGN Sudaryono meninjau langsung korban insiden di Rumah Sakit Haji Medan pada hari Minggu, 16 Agustus 2026, untuk melakukan pengecekan investigasi.

RRI.CO.ID, Medan - Kepala BGN Sudaryono mengungkap dugaan kelalaian pengolahan ikan dalam insiden keamanan pangan Program MBG di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Berdasarkan investigasi sementara, sebagian bahan baku ikan diduga tidak disimpan dalam freezer.

Ikan tersebut disebut dibiarkan pada suhu ruangan selama 12 jam hingga lebih. “Kami coba cek investigasi sementara,” kata Sudaryono saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu 16 Agustus 2026.

"Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Jadi bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer."

"Ada sekitar 300 atau 200 ekor yang tidak masuk ke freezer. Kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam."

Sudaryono menilai kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian serius dalam pengolahan makanan. Ia menegaskan tidak boleh ada kelalaian dalam penyediaan makanan MBG karena menyangkut keselamatan penerima manfaat.

“Tidak boleh ada kelalaian, tidak boleh! Zero tolerance, enggak boleh lalai,” kata Sudaryono.

"Saya minta kepala dapur atau siapapun yang merasa enggak sanggup kerja, kau keluar saja. Daripada kemudian membahayakan nasib nyawa seseorang."

BGN, lanjut Sudaryono, akan memperketat penerapan prosedur keamanan pangan di seluruh dapur MBG. Sekitar 27.000 kepala dapur di seluruh Indonesia diminta memberikan perhatian khusus terhadap setiap tahapan pengolahan makanan.

Kondisi Korban Berangsur Membaik

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga menyampaikan kondisi salah satu korban yang menjalani perawatan di PICU Rumah Sakit Haji Medan. Korban disebut mulai berangsur membaik setelah menjalani perawatan selama tiga hari.

Meski demikian, korban masih membutuhkan penanganan intensif di ruang perawatan. Sudaryono berharap kondisi korban segera pulih dan dapat dipindahkan dari PICU ke ruang perawatan biasa.

“Menurut laporan, sudah membaik. Jadi, dibandingkan pertama kali masuk dan kemarin dan hari ini, sudah lebih baik,” ujarnya.

“Saya berharap sesegera mungkin bisa betul-betul membaik satu sampai dua hari ini. Enggak usah dua hari lah, kalau bisa satu hari, gitu.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....