Pemerintah Targetkan Pembenahan MBG Rampung Dua Bulan

  • 14 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menargetkan pembenahan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diselesaikan dalam jangka waktu satu hingga dua bulan ke depan.
  • Pembenahan program mencakup beberapa wilayah dan perluasan cakupan penerima manfaat di seluruh nusantara.
  • Fokus awal pembenahan diarahkan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menargetkan pembenahan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dilakukan dalam satu hingga dua bulan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan pembenahan mencakup sejumlah wilayah dan penerima manfaat.

Zulhas, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu menyelesaikan persoalan pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku.

"Kita minta waktu dua bulan, kita akan menyelesaikan 3T, NTT, Papua, Maluku yang sangat memerlukan. Itu kita akan selesaikan dalam satu bulan ini," ujar Zulhas dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027, Jumat, 14 Agustus 2026.

Selain wilayah 3T, pemerintah menargetkan penyaluran MBG bagi ibu balita dan ibu hamil segera dituntaskan. Zulhas menyebut jumlah penerima dalam kelompok tersebut mencapai sekitar 11 juta orang.

Pemerintah juga masih perlu menuntaskan pembangunan sekitar 13.000 titik layanan baru. Sebagian besar titik tambahan tersebut berada di Pulau Jawa dan membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk diselesaikan.

Selain itu, sekitar 7.000 hingga 8.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih perlu menyelesaikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemerintah menargetkan persoalan tersebut dapat dituntaskan dalam waktu yang sama.

“Serta menyelesaikan ada 7.000-8.000 SPPG yang belum menyelesaikan SLHS-nya, kita minta waktu 2 bulan. Insyaallah MBG satu hingga dua bulan mendatang akan semakin bagus, sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya.

Zulkifli mengakui pelaksanaan MBG sebelumnya masih menghadapi berbagai persoalan di sejumlah daerah. Pemerintah kemudian melakukan evaluasi dan mengambil tindakan terhadap sejumlah temuan.

“Kami minta maaf hampir 1 tahun lebih, gonjang-ganjing luar biasa terjadi di sana-sini. Kami terus-menerus pada waktu itu, hampir semua Kementerian menemukan beberapa kejanggalan dan sudah diambil tindakan,” ujar Zulhas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....