Guru Asmat Sebut Papan Interaktif Digital Optimalkan Proses Pembelajaran

  • 16 Agt 2026 09:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Guru Laurensius Reginaldus memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Sawa Erma, Kabupaten Asmat.
  • Ketersediaan perangkat digital PID membuka peluang bagi guru untuk menyajikan media pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa.
  • Implementasi teknologi digital di sekolah ini menunjukkan perkembangan signifikan sejak tersedianya fasilitas PID untuk mendukung proses belajar mengajar.

RRI.CO.ID, Asmat: Guru SMP Negeri 1 Sawa Erma, Kabupaten Asmat, Laurensius Reginaldus (Regis) mengoptimalkan pemanfaatan perangkat digital untuk mendukung proses pembelajaran. Fasilitas tersebut, dinilainya membuka peluang bagi guru menghadirkan media belajar yang lebih interaktif bagi siswa.

Regis mengatakan penggunaan teknologi digital di sekolahnya mulai berkembang setelah tersedianya Papan Interaktif Digital (PID). Perangkat tersebut memberikan kesempatan bagi guru untuk memanfaatkan berbagai media dalam proses pembelajaran.

“Setelah adanya Papan Digital ini, saya berharap kami semua menggunakannya. Fasilitas yang sudah diberikan bisa digunakan dengan baik,” ujarnya saat ditemui RRI.CO.ID usai kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Regis, penggunaan video, permainan pembelajaran, dan media interaktif membuat siswa lebih antusias mengikuti proses belajar. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan motivasi siswa di dalam kelas.

Ia mengatakan optimalisasi teknologi juga perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan guru. Guru perlu terus mempelajari berbagai aplikasi dan media pembelajaran digital agar dapat menyesuaikannya dengan materi yang diajarkan.

“Guru-guru harus menguasai beberapa aplikasi digital. Kemudian media pembelajaran yang menggunakan aplikasi digital,” katanya.

Ia juga melihat adanya kebutuhan pengenalan teknologi secara bertahap bagi siswa yang berasal dari wilayah pedalaman. Menurutnya, pengalaman siswa dalam menggunakan perangkat digital tidak selalu sama.

Regis mengatakan kondisi tersebut justru menjadi kesempatan bagi guru untuk memperkenalkan teknologi sekaligus mengembangkan kemampuan digital siswa. “Tidak apa-apa, demi pendidikan kita bisa mengatasi itu,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan guru dan siswa, Regis berharap pemanfaatan perangkat digital terus diperkuat dengan dukungan fasilitas. Ketersediaan listrik dan akses internet, kata dia, menjadi bagian penting dalam penggunaan teknologi pembelajaran.

Ia berharap para guru yang telah mengikuti advokasi dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh. Terlebih untuk membagikannya kepada rekan guru maupun peserta didik di sekolah asal.

Regis juga berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Pemanfaatan perangkat digital perlu dilakukan secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses pembelajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....