Cerita Kepala Dinas Pendidikan Asmat, Teknologi Bikin Anak Betah Sekolah

  • 15 Agt 2026 14:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat menekankan bahwa perangkat digital terbukti meningkatkan ketertarikan dan motivasi siswa untuk hadir ke sekolah secara konsisten.
  • Pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran membuat anak-anak di Asmat menjadi lebih aktif dan bersemangat mengikuti proses belajar mengajar.
  • Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 dilaksanakan di Agats, Kabupaten Asmat dengan fokus pada peningkatan engagement siswa melalui teknologi.

RRI.CO.ID, Asmat- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta mengatakan pemanfaatan perangkat digital mampu meningkatkan ketertarikan siswa mengikuti pembelajaran. Teknologi ini membuat anak-anak di Asmat lebih aktif dan memiliki motivasi untuk datang ke sekolah.

“Perangkat ini digunakan untuk membuat anak ingin setiap hari datang ke sekolah. Yang kita fokus adalah kita membuat anak ini untuk kepingin setiap hari datang ke sekolah, itu yang paling utama,” ujar Barbalina saat membuka kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Barbalina mengatakan penggunaan perangkat digital perlu disesuaikan dengan karakter anak-anak Asmat. Menurutnya, siswa di wilayah tersebut cenderung aktif dan menyukai pembelajaran yang tidak hanya dilakukan dengan mendengarkan penjelasan guru.

“Anak-anak kami ini paling senang itu tidak duduk saja untuk mendengar, mereka aktif. Apalagi kalau misalnya mereka biasanya itu di kampung-kampung, mereka itu senang di alam,” katanya.

Karena itu, Barbalina meminta guru memanfaatkan perangkat digital untuk menciptakan metode belajar yang kreatif. “Bagaimana kita memanfaatkan perangkat ini menjadi metode belajar yang kreatif, kolaborasi, interaksi antara murid, siswa, dan guru,” ujar Barbalina.

Menurut Barbalina, perangkat digital juga dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Tampilan visual dan materi pembelajaran yang lebih beragam diharapkan membuat suasana belajar menjadi menyenangkan.

“Sehingga mungkin yang membuat anak-anak menjadi lebih aktif lagi. Anak-anak lebih berani lagi untuk datang ke sekolah,” katanya.

Barbalina mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi penting bagi siswa yang tinggal di wilayah kampung dengan akses informasi terbatas. “Gunakan kesempatan dengan perangkat ini untuk bagaimana memberikan motivasi kepada anak yang belum dia tahu,” ujar Barbalina.

Sementara itu, Tim Teknis Direktorat SMP Kemendikdasmen, Sari Nurlita mengatakan keberadaan perangkat digital perlu diikuti kesiapan guru dalam menggunakannya. Guru juga perlu memadukan teknologi dengan konten dan strategi pembelajaran.

“Perangkatnya bukan hanya sebatas perangkat saja yang hadir, tetapi kita akan coba memadukan. Ada teknologinya, ada konten pembelajaran, dan juga strategi pembelajaran,” kata Sari.

Sari berharap pemanfaatan teknologi dapat menciptakan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan menyenangkan. Menurutnya, keterlibatan siswa menjadi bagian penting dalam transformasi digital pembelajaran.

“Kita sangat harapkan terjadi proses pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Sehingga akan bisa meningkatkan motivasi belajar putra-putri kita di sekolah,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....