Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Asmat Manfaatkan Perangkat Digital

  • 15 Agt 2026 13:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan program penguatan kompetensi guru di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, dengan fokus pada pemanfaatan perangkat digital untuk pembelajaran.
  • Tim Teknis Direktorat SMP menekankan bahwa transformasi digital tidak akan optimal tanpa kepercayaan diri guru dalam menggunakan perangkat teknologi yang telah disediakan.
  • Program Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 dibuka di Agats, Kabupaten Asmat, sebagai wujud komitmen peningkatan kualitas pendidikan daerah terpencil.

RRI.CO.ID, Asmat: Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperkuat kompetensi guru di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Peningkatan kompetensi tersebut berfokus pada pemanfaatan perangkat digital untuk pembelajaran.

Tim Teknis Direktorat SMP, Sari Nurlita mengatakan transformasi digital tidak akan berjalan optimal tanpa kepercayaan diri guru dalam menggunakan perangkat yang telah tersedia. “Transformasi digital ini tidak akan ada artinya ketika Ibu Bapak Guru tidak memiliki kepercayaan diri untuk bisa menggunakan perangkat yang hadir di tengah Ibu Bapak,” ujar Sari saat pembukaan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Sari menyebut pemanfaatan perangkat digital tidak cukup dengan kemampuan mengoperasikan teknologi. Guru perlu memadukan teknologi, konten pembelajaran, dan strategi pembelajaran untuk menciptakan proses belajar yang mendalam, bermakna, dan menyenangkan.

“Perangkatnya bukan hanya sebatas perangkat saja yang hadir, tetapi kita akan coba memadukan. Ada teknologinya, ada konten pembelajaran, dan juga strategi pembelajaran,” kata Sari.

Menurut Sari, Papan Interaktif Digital (PID) diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif. Pemanfaatan teknologi tersebut juga diharapkan meningkatkan motivasi siswa sekaligus mendorong guru menciptakan terobosan baru dalam pembelajaran.

“Kita sangat harapkan terjadi proses pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Sehingga akan bisa meningkatkan motivasi belajar putra-putri kita di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta mengatakan pemerintah pusat telah memberikan sejumlah perangkat digital kepada sekolah di Asmat. Namun, menurut Barbalina, pemanfaatannya belum sepenuhnya maksimal.

Perangkat digital, lanjut dia, perlu dimanfaatkan untuk membangun interaksi dan kolaborasi antara guru dan siswa. Menurutnya, pembelajaran yang melibatkan teknologi dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi anak-anak Asmat.

“Bagaimana kita memanfaatkan perangkat ini. Agar nantinya menjadi metode belajar yang kreatif, kolaborasi, interaksi antara murid, siswa, dan guru,” kata Barbalina.

Barbalina menilai perangkat digital juga dapat membuka akses pengetahuan bagi siswa di wilayah pedalaman Asmat. Teknologi, menurutnya, dapat memperkenalkan siswa pada pengetahuan, sains, dan informasi dari daerah lain yang sulit mereka akses secara langsung.

“Perangkat ini digunakan untuk membuat anak ingin setiap hari datang ke sekolah. Yang kita fokus adalah kita membuat anak ini untuk kepingin setiap hari datang ke sekolah. Itu yang paling utama,” ujarnya.

Barbalina menambahkan kondisi geografis Asmat menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan pendidikan. Sebagian besar wilayah antardistrik dan kampung hanya dapat dijangkau melalui jalur transportasi air.

Barbalina meminta para guru peserta advokasi dapat mengimbaskan pengetahuan kepada sekolah lain setelah kembali ke daerah masing-masing. “Pulang, imbaskanlah kepada teman guru. Imbas juga kepada sekolah yang lain,” ucap Barbalina.

Ia berharap optimalisasi perangkat digital dapat terus dilakukan setelah kegiatan selesai. Pemerintah daerah juga akan meminta laporan dari sekolah untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh guru benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....