Perangkat Digital Buka Akses Pembelajaran dan motivasi Belajar bagi Anak Asmat
- 15 Agt 2026 14:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah pusat menyediakan perangkat digital termasuk proyektor, laptop, dan Papan Interaktif Digital untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Asmat.
- Teknologi digital diharapkan membantu siswa di wilayah terpencil mengakses pengetahuan dan informasi yang sebelumnya sulit dijangkau.
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan teknologi untuk pendidikan di wilayahnya.
RRI.CO.ID, Asmat: Pemanfaatan teknologi digital terus diperkuat untuk memperluas akses pembelajaran bagi siswa di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Teknologi diharapkan membantu siswa di wilayah terpencil mengenal pengetahuan dan informasi yang sulit mereka akses secara langsung.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta mengatakan pemerintah pusat telah memberikan sejumlah perangkat digital kepada sekolah di wilayahnya. Perangkat tersebut antara lain proyektor, laptop, dan Papan Interaktif Digital (PID).
“Perangkat ini digunakan untuk membuat anak ingin setiap hari datang ke sekolah. Yang kita fokus adalah kita membuat anak ini untuk kepingin setiap hari datang ke sekolah,” ujar Barbalina saat membuka kegiatan Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026 di Agats, Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Menurutnya, perangkat digital dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan siswa pada pengetahuan, sains, dan informasi dari daerah lain. Hal tersebut dinilai penting terutama bagi siswa yang berada di kampung-kampung dengan akses informasi terbatas.
“Ini anak-anak yang memang belum tahu sekali tentang teknologi, yang jauh-jauh ini. Perangkat ini sangat penting, salah satunya digunakan di sekolah untuk memperkenalkan daerah-daerah yang lain,” katanya.
Barbalina mengatakan karakter anak-anak Asmat yang aktif perlu didukung melalui metode pembelajaran yang melibatkan siswa. “Bagaimana kita memanfaatkan perangkat ini menjadi metode belajar yang kreatif, kolaborasi, interaksi antara murid, siswa, dan guru,” ujarnya.
Barbalina juga kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas akses pendidikan di Asmat. Sebagian besar wilayah antardistrik dan kampung hanya dapat dijangkau melalui transportasi air.
“Geografisnya sangat sulit antara distrik yang satu dengan distrik yang lain, kemudian dari kampung ke kampung. Karena kami tidak dapat menempuhnya dengan transportasi darat, tetapi semuanya melalui air,” katanya.
Sementara itu, Tim Teknis Direktorat SMP, Sari Nurlita mengatakan pemanfaatan teknologi perlu diikuti peningkatan kepercayaan diri guru. Guru juga perlu memadukan teknologi dengan konten dan strategi pembelajaran agar perangkat memberikan manfaat dalam proses belajar.
“Transformasi digital ini tidak akan ada artinya ketika Ibu Bapak Guru tidak memiliki kepercayaan diri. Tentunya untuk bisa menggunakan perangkat yang hadir di tengah Ibu Bapak,” ujar Sari.
Ia berharap pemanfaatan perangkat digital dapat menciptakan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan menyenangkan. Pembelajaran tersebut diharapkan membuat siswa lebih terlibat dalam proses belajar di kelas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....