Rumah di Semarang Ludes Terbakar, Satu Penghuni Tewas

  • 15 Agt 2026 14:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rumah berukuran 10×8 meter ludes terbakar, dengan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.
  • Damkar imbau warga waspada korsleting, termasuk memeriksa instalasi listrik dan tidak menggunakan peralatan secara berlebihan.
  • Kebakaran rumah di Semarang menewaskan satu penghuni, setelah api diduga muncul akibat korsleting listrik.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebakaran menghanguskan rumah di Dusun Boromiri, Desa Kedungringin, Semarang, Jumat, 14 Agustus 2026 malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang penghuni rumah meninggal dunia.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco mengatakan kebakaran dilaporkan sekitar pukul 19.42 WIB. Petugas kemudian berangkat dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.10 WIB.

Rumah milik Rohmat Salam berukuran sekitar 10 meter x 8 meter tersebut sudah terbakar saat warga mengetahui kejadian tersebut. Api diketahui muncul dari ruang tengah dan dengan cepat membesar.

Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berupaya meminta bantuan dengan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Penanganan dilakukan petugas Damkar Pos Klego Boyolali, Damkar Pos Tengaran, Damkar Kota Salatiga, serta Regu B Pos Getasan.

"Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. Api pertama kali diketahui warga sudah membesar di ruang tengah," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 15 Agustus 2026

Dalam peristiwa itu, seorang penghuni rumah yang merupakan pemilik bangunan tidak sempat menyelamatkan diri. Korban dilaporkan terjebak di dalam rumah dan meninggal dunia. Tidak ada korban luka lainnya dalam kejadian tersebut.

"Satu korban pemilik rumah yang terjebak dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri. Kena posisi dalam keadaan gangguan jiwa," ujarnyaa.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.48 WIB. Seluruh bangunan berukuran 10 meter x 8 meter tersebut ludes terbakar, akibat kebakaran itu, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, dan meminta masyarakat diminta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah.

Kabel yang sudah terkelupas, sambungan bertumpuk, stopkontak yang rusak maupun penggunaan listrik secara berlebihan. Hal itu dapat memicu korsleting dan kebakaran.

"Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, jangan menggunakan peralatan listrik secara berlebihan dan segera matikan peralatan yang tidak digunakan. Jika meninggalkan rumah, periksa kembali kompor, listrik, dan sumber api lainnya," katanya, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....