Kemenhub Gerak Cepat Tangani Kebakaran KMP Putri Yasmin di Perairan Bali
- 12 Agt 2026 11:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KMP Putri Yasmin rute Padangbai–Lembar mengalami kebakaran sekitar pukul 04.20 WITA di perairan Bali, Rabu
- VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung menyiarkan berita marabahaya atau MAYDAY sebanyak tiga kali kepada kapal sekitar
- Tim SAR dan sejumlah kapal di sekitar lokasi bergerak memberikan pertolongan, sementara koordinasi pelayaran terus dilakukan untuk mendukung proses evakuasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perhubungan memastikan penanganan kebakaran KMP Putri Yasmin berlangsung cepat melalui koordinasi bersama tim SAR gabungan. Kapal tersebut melayani rute Padangbai–Lembar dan mengalami kebakaran di perairan Bali pada Rabu pagi.
Insiden kebakaran KMP Putri Yasmin terjadi sekitar pukul 04.20 WITA pada Rabu, 12 Agustus 2026. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut langsung mengerahkan langkah penanganan serta menyebarkan informasi marabahaya kepada kapal sekitar.
Plt Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Benoa I Ketut Aries Nakula menjelaskan langkah darurat segera dilakukan setelah menerima laporan. Penanganan tersebut memanfaatkan fasilitas Vessel Traffic Services dan Stasiun Radio Pantai untuk mempercepat respons pertolongan.
"Sesaat setelah informasi diterima pada pukul 04.20 WITA, VTS Benoa dan SROP Padangbai langsung memancarkan siaran berita marabahaya (broadcast MAYDAY). Sebanyak tiga kali kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk memberikan bantuan secepatnya," ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
VTS Benoa kemudian berkoordinasi dengan VTS Lembar untuk meneruskan informasi keadaan darurat kepada pihak terkait. Kantor SAR Denpasar juga langsung merespons dengan mengerahkan unit RIB Nusa Penida menuju lokasi kejadian.
Sementara itu, dari wilayah Lembar, KSOP Kelas II Lembar turut mengaktifkan koordinasi lintas instansi untuk mendukung proses evakuasi. Kepala KSOP Kelas II Lembar Syamsurizal menyebut keselamatan penumpang dan kru menjadi prioritas utama penanganan.
"Kami di KSOP Lembar bersama tim di lapangan, termasuk koordinasi bersama SAR NTB, mengambil langkah tanggap darurat untuk mendukung evakuasi dari sisi wilayah Lembar. Sinergi antar-unsur maritim menjadi prioritas utama agar penanganan berjalan lancar dan selamat," ujar Syamsurizal.
Sejumlah kapal sekitar lokasi turut bergerak memberikan pertolongan pertama setelah menerima informasi melalui SROP Padangbai serta SROP/VTS Lembar. Kapal yang dikerahkan meliputi Port Link 2 ASDP, KMP Muryati, MT Debby, dan MT Yello Park.
“Keterlibatan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi merupakan bagian penting dari respon, terhadap keadaan darurat. Dan mendukung upaya pertolongan yang sedang dilakukan,” ucapnya.
VTS Benoa, SROP Padangbai, VTS Lembar, dan KSOP Lembar terus memantau kondisi secara real-time selama proses penanganan berlangsung. Pemantauan tersebut dilakukan sekaligus untuk memandu komunikasi lalu lintas pelayaran agar evakuasi berjalan aman dan terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....