Kebakaran Gunung Jabung Trenggalek Berhasil Dipadamkan

  • 12 Agt 2026 18:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran di kawasan Gunung Jabung, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah berhasil dipadamkan
  • Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi pohon sonokeling dan semak belukar
  • Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova mengatakan titik api pertama kali diketahui berdasarkan laporan masyarakat pada Selasa (11/8/2026) sore

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran di kawasan Gunung Jabung, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, telah berhasil dipadamkan. Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi pohon sonokeling dan semak belukar.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova mengatakan titik api pertama kali diketahui berdasarkan laporan masyarakat pada Selasa (11/8/2026) sore. Saat ini, kondisi di lokasi kebakaran telah dinyatakan terkendali.

"Titik api laporan warga sekitar pukul 17.00 WIB. Ini di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Selasa (11/8)," kata Dodi, Rabu, 12 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, api dengan cepat menjalar ke arah lereng gunung. Kondisi tersebut dipengaruhi angin serta vegetasi yang mengering selama musim kemarau.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Trenggalek bersama petugas gabungan dari TNI, Polri, dan pemadam kebakaran kemudian melakukan pemadaman melalui jalur darat. Proses penanganan berlangsung sekitar tiga jam.

"Api berhasil dipadamkan secara total pada malam harinya. Sekitar pukul 20.15 WIB," ujarnya.

Vegetasi yang terdampak antara lain pohon sonokeling (Dalbergia latifolia) dan semak belukar. Sonokeling merupakan tanaman kayu keras yang juga memiliki fungsi ekologis, terutama membantu konservasi tanah dan air di kawasan perbukitan.

BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di kawasan hutan maupun perbukitan diminta untuk dihindari.

"Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak," kata Dodi. Sementara itu, penyebab kebakaran di kawasan Gunung Jabung masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....