Kebakaran Hutan Gunung Bromo, Titik Panas Mulai Terlokalisasi
- 12 Agt 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus dikebut.
- Tim gabungan kini berhasil melokalisasi sebagian besar titik panas atau hotspot yang sebelumnya muncul di sejumlah wilayah.
- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, upaya pemadaman dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur pemerintah bersama pihak terkait.
RRI.CO.ID, Jakarta - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus dikebut. Tim gabungan kini berhasil melokalisasi sebagian besar titik panas atau hotspot yang sebelumnya muncul di sejumlah wilayah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, upaya pemadaman dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri. Serta berbagai pihak terkait.
"Saya update tadi malam Pak Kepala BNPB ingin memaksimalkan, hari ini mudah-mudahan bisa selesai. Hotspot-nya relatif sudah dilokalisasi," kata Khofifah di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kota Malang, Rabu 12 Agustus 2026.
Meski demikian, Khofifah menyebut masih terdapat titik panas yang muncul di kawasan Gunung Bromo sisi Kabupaten Pasuruan. Untuk mempercepat proses pemadaman, tim gabungan mengandalkan dukungan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Khofifah menjelaskan, saat ini terdapat dua helikopter BNPB yang dikerahkan. Salah satunya memiliki kapasitas membawa 1.000 liter air, sedangkan helikopter Puma memiliki kapasitas hingga 4.000 liter.
Selain itu, dukungan juga datang dari Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mendatangkan helikopter bantuan dari Jawa Tengah melalui skema sewa.
"Kan bantuan helikopter dari BNPB ada dua unit, yang satu kapasitas 1.000 liter dan yang Puma 4.000 liter. Ada lagi bantuan dari Abdulrachman Saleh, pemerintah provinsi juga mendatangkan dari Jawa Tengah, kami sewa," ujarnya.
Selain helikopter, petugas mengoptimalkan penggunaan drone water spray untuk membasahi kawasan yang rawan terbakar. Langkah tersebut dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala alam. Terutama angin kencang dan kabut.
Kondisi tersebut sempat menghambat operasional helikopter water bombing. Khofifah mengatakan, dua helikopter sempat tidak dapat beroperasi karena kondisi cuaca.
"Akhirnya dua heli tidur dalam tanda kutip ya di Ranu Pani tapi tadi pagi sudah beroperasi kembali. BNPB berharap secepat mungkin karena helikopter perbantuan diharapkan bisa dibuat memadamkan di provinsi lain," katanya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terus bekerja mempercepat penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo. Namun demikian, ia menyebut, saat ini masih ada titik api di Pasuruan.
Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan mengatakan, saat ini titik api yang masih aktif hanya berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. "Satu-satunya titik yang masih menyala saat ini berada di kawasan Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan," kata Wahyu yang juga menjabat Komandan Korem 083/Baladhika Jaya.
Menurutnya, titik api tersebut berada di kawasan tebing dengan kontur medan yang terjal. Kondisi itu membuat proses pemadaman secara manual melalui jalur darat menjadi sulit dilakukan.
Karena itu, pemadaman dari udara menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau lokasi tersebut. Sementara petugas yang berada di darat tetap melakukan berbagai upaya, mulai dari pendinginan, pemantauan kondisi lapangan hingga pemadaman terhadap titik-titik api kecil yang masih ditemukan.
Tim gabungan juga terus memantau kawasan terdampak. Guna memastikan api tidak kembali meluas dan memunculkan titik panas baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....