Karhutla Bromo Meluas, DPR: Harus Bergerak Cepat, Perkuat Pencegahan
- 09 Agt 2026 10:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mendesak Kementerian Kehutanan memperkuat sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah kebakaran di Gunung Bromo.
- Kebakaran kawasan konservasi Gunung Bromo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menghanguskan sekitar 60 hektare lahan.
- Menurut Hindun, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman api setelah terjadi, tetapi memerlukan sistem pencegahan yang lebih kuat agar api tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mendesak Kementerian Kehutanan memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Desakan tersebut menyusul kebakaran kawasan konservasi Gunung Bromo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang berdampak sekitar 60 hektare.
Hindun mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Pemerintah, kata Hindun, perlu memperkuat sistem pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
"Kementerian Kehutanan harus bergerak cepat, bukan hanya fokus memadamkan api. Tetapi juga memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terjadi di daerah lain," kata Hindun dalam keterangannya pers tertulis, Minggu, 9 Agustus 2026.
Hindun mengungkapkan luas areal kebakaran sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare. Data tersebut berdasarkan Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan.
Ia menilai ancaman fenomena iklim seperti El Nino yang dapat memicu kekeringan ekstrem perlu diantisipasi melalui sistem kesiapsiagaan yang lebih proaktif. Pemerintah dinilai tidak boleh hanya bergerak setelah kebakaran meluas.
"Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus menjadi fokus utama," ujarnya.
Hindun meminta Kementerian Kehutanan mengoptimalkan berbagai instrumen pencegahan karhutla. Langkah tersebut mencakup penguatan patroli terpadu, pemantauan titik panas atau hotspot, serta kesiapan peralatan pemadaman.
Selain itu, edukasi mitigasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan juga perlu ditingkatkan. Menurut Hindun, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api.
"Kementerian Kehutanan harus memastikan patroli terpadu diperkuat. Pemantauan titik panas dilakukan secara intensif, peralatan pemadaman disiagakan, serta edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan terus ditingkatkan," ucap Hindun.
Ia juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla. Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, pengelola taman nasional, hingga kelompok relawan di daerah.
Menurut Hindun, kolaborasi diperlukan untuk memperkuat sistem deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan ketika kebakaran terjadi. Upaya tersebut juga penting untuk melindungi keanekaragaman hayati dan menekan dampak lingkungan akibat karhutla.
"Kolaborasi ini penting guna melindungi keanekaragaman hayati, menekan emisi karbon. Werta menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana asap dan kekeringan," kata Hindun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....