Genius Umar: Perbaikan Ekosistem Hulu Kunci Penanganan Banjir Sumbar

  • 10 Agt 2026 22:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Analis Kebijakan Publik Genius Umar mendorong penanganan banjir di Sumatra Barat melalui perbaikan ekosistem wilayah hulu sebagai strategi mengurangi risiko banjir berulang di wilayah hilir.
  • Pembangunan di Sumatra Barat harus mempertimbangkan daya dukung dan fungsi ekologis setiap wilayah untuk menjaga keseimbangan lingkungan.
  • Hutan, daerah resapan, sungai, dan kawasan pesisir memiliki peran krusial dalam mencegah banjir dan menjaga stabilitas lingkungan regional.

RRI.CO.ID, Padang - Analis Kebijakan Publik Genius Umar mendorong penanganan banjir di Sumatra Barat dilakukan dengan memperbaiki ekosistem wilayah hulu. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk mengurangi risiko banjir yang berulang di wilayah hilir.

Genius mengatakan pembangunan di Sumatra Barat harus memperhatikan daya dukung dan fungsi ekologis setiap wilayah. Hutan, daerah resapan, sungai, dan kawasan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Ia menilai kerusakan daerah resapan dapat meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir. Karena itu, pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Kalau ekosistem di hulu tidak diperbaiki, banjir akan terus terulang setiap tahun,” kata Genius, saat Genius Umar saat berdiskusi dengan Sestama BNPB, Dr. Rustian, seperti dikutip RRI.CO.ID, Senin 10 Agustus 2026. Ia menilai pendekatan berbasis ekologi menjadi keharusan dalam pembangunan daerah.

Genius juga mendorong reboisasi dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, reboisasi tidak boleh hanya menjadi kegiatan simbolis atau seremonial.

Program reboisasi perlu dipadukan dengan agroforestri dan perlindungan daerah resapan air. Pelibatan masyarakat lokal juga diperlukan agar pemulihan lingkungan memberikan manfaat ekonomi.

Menurut Genius, pendekatan tersebut dapat menjaga fungsi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, program lingkungan tidak hanya memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat.

Genius menyebut pembangunan berbasis ekologi harus menjadi bagian dari kepemimpinan daerah. Pemimpin harus memahami hubungan antara pembangunan, tata ruang, lingkungan, dan keselamatan masyarakat.

Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai sense of ecology. Konsep tersebut menekankan pentingnya menjaga daya dukung lingkungan dalam setiap kebijakan pembangunan.

Genius juga menilai sense of disaster harus berjalan bersama sense of ecology. Keduanya diperlukan untuk membangun daerah yang lebih siap menghadapi ancaman bencana.

Selain itu, pembangunan ekonomi tetap harus menjadi bagian dari kebijakan daerah. Pendekatan tersebut disebut sebagai sense of development untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat.

Genius mengusulkan agenda “Disaster Resilient and Ecologically Sustainable West Sumatra”. Agenda tersebut mencakup penataan ruang, pembangunan infrastruktur, pendidikan kebencanaan, dan pemulihan lingkungan.

Menurutnya, pembiayaan penanggulangan dan pemulihan bencana juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terlibat dalam upaya tersebut.

Sumatra Barat diharapkan mampu membangun ekonomi tanpa mengorbankan fungsi ekologis wilayah. Masyarakat juga diharapkan semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....