BAZNAS dan Ruang Amal Latih 50 Mustahik Menjahit di Kendal
- 10 Agt 2026 14:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kendal - Sebanyak 50 mustahik di Kabupaten Kendal mengikuti Program Amal Vokasi berupa pelatihan menjahit skema Operator Garmen dan Apparel. Program tersebut berlangsung 10–15 Agustus 2026, melalui kolaborasi BAZNAS RI, Ruang Amal Indonesia, dan BAZNAS Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Pelatihan berlangsung di Gedung Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal. Kegiatan dibuka Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, bersama sejumlah pejabat dan pengelola program terkait.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah H.M. Zain Yusuf dan CEO Ruang Amal Indonesia Slamet. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kendal, Ketua BAZNAS Kendal, sejumlah kepala OPD, serta Tim Pelaksana Program BAZNAS RI.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi kolaborasi tersebut karena membuka peluang peningkatan kompetensi bagi masyarakat dhuafa. Menurutnya, keterampilan kerja dapat menjadi bekal penting untuk memperoleh kesempatan bekerja di kawasan industri Kendal.
“Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Ruang Amal Indonesia, BAZNAS RI, dan BAZNAS Kabupaten Kendal. Program vokasi dapat memperkuat daya saing masyarakat lokal seiring berkembangnya kawasan industri di Kendal," ujar Dyah. dalam siram pers, Senin, 10 Agustus 2026.
Menurutnya, Kawasan Industri Kendal menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperoleh pekerjaan. Program pelatihan diharapkan membantu masyarakat lokal berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah H.M. Zain Yusuf menilai sinergi lintas lembaga penting dalam pemberdayaan mustahik. Menurutnya, program pemberdayaan harus berlanjut dari pelatihan menuju akses pekerjaan yang layak.
“Saya berpesan kepada seluruh penerima manfaat yang hari ini terpilih menjadi peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini,. Kami berharap peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh dan membangun kesiapan memasuki dunia kerja." ucapnya.
CEO Ruang Amal Indonesia Slamet mengatakan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program tersebut mencatat capaian 93,3 persen peserta berhasil diterima bekerja setelah mengikuti rangkaian pelatihan.
“Zakat memiliki kekuatan untuk mentransformasi kehidupan,” ujar Slamet. Menurutnya, keterampilan dan akses pekerjaan dapat membuat intervensi zakat memberikan dampak lebih panjang bagi keluarga mustahik.
Selama enam hari, peserta mendapatkan pelatihan teknis Operator Garmen dan Apparel serta pembekalan kesiapan memasuki dunia kerja.
Peserta juga memperoleh materi kedisiplinan, budaya kerja industri, serta pendampingan proses rekrutmen dan penempatan kerja.
Melalui pendekatan tersebut, Program Amal Vokasi tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi.
Program ini diharapkan membuka akses pekerjaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mustahik di Kabupaten Kendal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....