BAZNAS RI dan Menko PM Salurkan Bantuan Zmart, BUMi, dan Santripreneur di Gresik
- 10 Agt 2026 00:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Gresik.
- Bantuan tersebut diberikan melalui program Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
- Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan penguatan ekonomi daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyalurkan bantuan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Bantuan tersebut diberikan melalui program Zmart Pesantren, BAZNAS Ultra Mikro Masjid (BUMi), dan Santripreneur pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Penyaluran bantuan berlangsung dalam agenda peresmian program di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp871 juta untuk pengembangan usaha berbasis pesantren dan masjid.
Sebanyak Rp350 juta dialokasikan untuk menghadirkan tujuh unit Zmart Pesantren. Sementara itu, Rp500 juta diberikan kepada lima masjid melalui program BUMi dan Rp21 juta disalurkan melalui Program Santripreneur untuk Kebun Pemberdayaan Berbasis Ekonomi Sirkular.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid dan pesantren diarahkan untuk memperkuat kemandirian finansial umat. “Sejak 2022, BAZNAS telah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk program Zmart dan BUMi Masjid, termasuk di Jawa Timur yang kini menjangkau sekitar 23 unit Zmart dan ratusan masjid,” katanya.
Menurut Sodik, penguatan modal usaha bagi pesantren dan masjid di Gresik merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan Kemenko PM. Sinergi tersebut juga didukung koordinasi bersama Kementerian Koperasi dan Danantara untuk memperbesar skala pembiayaan usaha mikro.
Secara nasional, program BAZNAS Ultra Mikro Masjid telah menjangkau 213 masjid di 35 provinsi. Program tersebut tercatat memberikan manfaat kepada 10.641 penerima untuk menggerakkan perekonomian syariah dari tingkat akar rumput.
Sodik berharap pendampingan dan penguatan modal dapat meningkatkan kapasitas ekonomi para penerima manfaat. “Kami berharap penerima manfaat di Jawa Timur dapat terus berkembang hingga mengalami peningkatan status dari mustahik menjadi muzakki,” ujarnya.
Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, pesantren merupakan ekosistem yang mengakar kuat di tengah masyarakat dan memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi.
“Tidak ada ekosistem yang paling kuat dan mengakar kecuali pesantren di Tanah Air kita,” ucap Muhaimin. “Karena itu, pesantren menjadi ekosistem yang sangat siap untuk penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Pengurus Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Gresik Asrorun Niam Sholeh menyambut baik pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan masjid tersebut. Ia menilai program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan bangsa.
Menurut Asrorun, sinergi antara pemerintah dan kekuatan umat melalui penyaluran modal Zmart serta BUMi Masjid dapat menciptakan dampak berganda bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Maka ketika Kemenko PM menempatkan kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, ini merupakan langkah yang tepat,” katanya. “Program tersebut patut diapresiasi karena dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pesantren,” ujarnya.
Program Zmart Pesantren, BUMi Masjid, dan Santripreneur menjadi bagian dari upaya BAZNAS memperluas pemberdayaan ekonomi mustahik. Melalui pendampingan dan penguatan modal, program tersebut diharapkan mampu mendorong penerima manfaat untuk meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi Syarifuddin serta Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat. Hadir pula Ketua BAZNAS Jawa Timur Mohammad Ghofirin, Ketua BAZNAS Kabupaten Gresik Muhammad Mujib, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan tokoh terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....