BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Bekali 50 Dhuafa di Kendal Keterampilan Siap Kerja

  • 12 Agt 2026 03:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BAZNAS RI bersama Ruang Amal Indonesia memberikan pelatihan menjahit skema Operator Garmen dan Apparel kepada 50 dhuafa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
  • Program melalui Amal Vokasi tersebut juga memberikan pendampingan rekrutmen hingga penempatan kerja di industri.
  • Pelatihan berlangsung selama enam hari, 10-15 Agustus 2026, di Gedung Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal.

RRI.CO.ID, Jakarta - BAZNAS RI bersama Ruang Amal Indonesia memberikan pelatihan menjahit skema Operator Garmen dan Apparel kepada 50 dhuafa di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Program melalui Amal Vokasi tersebut juga memberikan pendampingan rekrutmen hingga penempatan kerja di industri.

Pelatihan berlangsung selama enam hari, 10-15 Agustus 2026, di Gedung Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal. Kegiatan dibuka Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah H.M. Zain Yusuf, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan CEO Ruang Amal Indonesia Slamet.

Peserta mendapatkan pelatihan teknis Operator Garmen dan Apparel serta pembekalan kesiapan kerja. Mereka juga dibekali kedisiplinan, budaya kerja industri, dan pendampingan proses rekrutmen hingga penempatan kerja.

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI H. Idy Muzayyad mengatakan Amal Vokasi merupakan bentuk pemberdayaan zakat untuk mendorong kemandirian mustahik. Program tersebut dirancang agar manfaat zakat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat.

“Pelatihan ini dipilih karena keterampilan Operator Garmen dan Apparel memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri. Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga bekal untuk memasuki dunia kerja,” ujar Idy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Idy menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan pelatihan. Peserta diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan tersebut untuk meningkatkan taraf hidup.

“Yang ingin kita bangun adalah kemandirian mustahik. Mereka diberikan kesempatan meningkatkan kapasitas diri dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri,” katanya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi kolaborasi BAZNAS RI, Ruang Amal Indonesia, dan BAZNAS Kabupaten Kendal. Menurutnya, penguatan keterampilan kerja penting seiring berkembangnya kawasan industri, termasuk Kawasan Industri Kendal (KIK).

Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah H.M. Zain Yusuf mengatakan sinergi antara BAZNAS, lembaga amil zakat, pemerintah, dan dunia industri diperlukan agar pemberdayaan mustahik berlanjut hingga akses pekerjaan. Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.

CEO Ruang Amal Indonesia Slamet mengatakan program serupa sebelumnya telah dilaksanakan bersama BAZNAS RI. Program tersebut mencatat 93,3 persen peserta berhasil diterima bekerja.

“Zakat memiliki kekuatan untuk mentransformasi kehidupan. Ketika mustahik diberikan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan yang layak, dampaknya dapat berlangsung lebih panjang bagi individu dan keluarganya,” ujar Slamet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....