Destinasi Wisata di Sekitar Bromo Probolinggo Aman Dikunjungi

  • 09 Agt 2026 22:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejumlah destinasi wisata di sekitar kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dipastikan aman dikunjungi wisatawan.
  • Saat ini akses menuju kawasan Gunung Bromo masih ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
  • Pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

RRI.CO.ID, Probolinggo - Sejumlah destinasi wisata di sekitar kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dipastikan aman dikunjungi wisatawan. Namun, akses menuju kawasan Gunung Bromo masih ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penutupan akses menuju kawasan Gunung Bromo melalui empat pintu resmi dilakukan sejak Sabtu 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB. Namun, sejumlah objek wisata yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo dan berada di sekitar kawasan Bromo masih dalam kondisi aman.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi di Probolinggo, Minggu 9 Agustus 2026. "Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah objek wisata seperti Jembatan Kaca Bromo, Puncak Seruni Point hingga Terminal Wisata Seruni Point masih berada dalam kondisi aman," katanya.

Menurutnya, titik api akibat karhutla di kawasan Gunung Bromo masih cukup jauh dari sejumlah lokasi wisata tersebut. Karena itu, destinasi-destinasi tersebut masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan.

"Untuk beberapa destinasi wisata tersebut kondisi hari ini masih aman dan juga masih memungkinkan untuk dikunjungi wisatawan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan," ujarnya.

Heri menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Apabila kebakaran meluas dan mulai mengarah atau mengganggu objek wisata di Probolinggo, pembatasan kunjungan dapat dilakukan.

"Hari ini masih aman untuk dikunjungi. Tetapi apabila suatu waktu ada perubahan dan perkembangan di lapangan, kemungkinan juga akan ditutup apabila mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketenangan," katanya.

Menurut Heri, pembatasan kunjungan menjadi langkah antisipasi apabila kondisi karhutla berkembang dan berpotensi membahayakan wisatawan maupun masyarakat di sekitar objek wisata. Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama pihak terkait, lanjutnya, akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi keamanan di sekitar destinasi wisata.

"Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan karhutla dan kondisi keamanan menjadi pertimbangan utama. Ini dalam menentukan kebijakan terkait aktivitas kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....