TNBTS: Karhutla Gunung Bromo Meluas akibat Angin Kencang

  • 09 Agt 2026 02:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas akibat tiupan angin kencang.
  • Hingga Sabtu 8 Agustus 2026 malam, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api.
  • Kondisi angin yang cukup kencang membuat tim gabungan yang melakukan pemadaman diminta mengutamakan keselamatan.

RRI.CO.ID, Probolinggo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas akibat tiupan angin kencang. Hingga Sabtu 8 Agustus 2026 malam, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Tepatnya, ke arah blok Jantur.

"Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur. Ini akibat kuatnya angin yang cukup kencang," kata Oemar.

Menurut Oemar, kondisi angin yang cukup kencang membuat tim gabungan yang melakukan pemadaman diminta mengutamakan keselamatan. Seluruh personel sempat berkumpul di lokasi yang dinilai aman di sekitar JLKT.

Tak lama berselang, angin mulai mereda sehingga petugas kembali bergerak menuju arah Jemplang melalui jalur lama. "Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba), sehingga diharapkan sepanjang malam ini angin tidak membesar, dan api tidak menyeberang lagi ke arah utara Watangan," ujarnya.

Oemar mengatakan seluruh petugas masih disiagakan untuk memantau perkembangan kebakaran. Tim gabungan juga terus mengantisipasi agar kobaran api tidak kembali meluas.

"Semua petugas masih siaga penuh untuk memantau situasi karhutla di Gunung Bromo. Dan mudah-mudahan api tidak semakin membesar," katanya.

Luas Kebakaran Capai 176 Hektare

Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, luas kawasan yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 176 hektare. Sebagian besar area yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Senin (3/8). Saat awal kejadian, luas area terbakar tercatat sekitar 7,9 hektare.

Luas kebakaran kemudian terus bertambah menjadi sekitar 44 hektare, 51 hektare, hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas dan perkembangan arah angin di lokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....