Ancaman Kekeringan Meluas, BPBD Petakan Daerah Rawan Kekeringan di Tangerang

  • 06 Agt 2026 05:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Kota Tangerang menetapkan tiga zona pengawasan kekeringan di delapan kecamatan selama musim kemarau.
  • Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan delapan mobil tangki air bersih untuk langkah mitigasi kekeringan.
  • Kabupaten Tangerang menyiapkan 8,9 ton benih pengganti akibat ancaman puso pada lahan pertanian.

RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memetakan delapan kecamatan berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau. Pemerintah Kota Tangerang menetapkan tiga zona pengawasan agar penanganan dampak kekeringan berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.

Kajian hidrometeorologi menjadi dasar penetapan wilayah prioritas pemantauan selama musim kemarau di Kota Tangerang. BPBD juga memperluas kewaspadaan karena ancaman kekeringan kini mulai meluas ke sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar menjelaskan zona pertama meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari, dan Cipondoh sebagai prioritas pengawasan. Zona kedua mencakup Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas, sedangkan zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug, dan Karang Tengah.

Informasi tersebut disampaikan BPBD Kota Tangerang sebagai bagian pemantauan musim kemarau. Pemetaan tersebut dilakukan untuk mempercepat langkah mitigasi apabila dampak kekeringan mulai meningkat.

"Untuk wilayah yang telah ditetapkan masuk dalam zona, menjadi prioritas untuk dipantau secara berkala. Khususnya dari kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran," ujar Mahdiar, Rabu 5 Agustus 2026.

Pemerintah Kota Tangerang juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau. Unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Koramil menyiapkan delapan unit mobil tangki air bersih untuk masyarakat.

Selain menjelaskan langkah mitigasi, Mahdiar menyampaikan kondisi kekeringan di Kota Tangerang masih terkendali hingga saat ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan musim kemarau berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya.

"Kalau secara umum memang di Tangerang bahkan se-Banten sudah masuk musim kemarau yang berkepanjangan," ujarnya.

Di sejumlah kabupaten dan kota lain mulai muncul kesulitan air bersih serta ancaman gagal panen. "Tetapi memang di Kota Tangerang sampai saat ini alhamdulillah masih belum ada informasi dan permintaan dari masyarakat terkait bantuan air dan lain sebagainya,” kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan 8,9 ton benih pengganti bagi petani terdampak ancaman puso. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menyiapkan benih untuk mengganti kerugian petani.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyampaikan ancaman puso tersebar pada lahan pertanian di wilayah kabupaten. Data DPKP menunjukkan ancaman tersebut terjadi akibat kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino.

"Langkah-langkah yang dilakukan yakni menyiapkan 8,9 ton benih pengganti. Sebab ancaman puso telah merugikan petani," ujar Taufik.

"Potensi puso atau gagal panen itu sekitar 43 hektare, tersebar di 12 kecamatan dan 24 desa yang berada di Kabupaten Tangerang. Itu berdasarkan dari dinas pertanian," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....