Pemprov DKI Gencarkan Hujan Buatan Dua Kali Sepekan Hadapi Puncak El Nino
- 05 Agt 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemprov DKI Jakarta akan menggencarkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan hingga dua kali dalam sepekan.
- Kebijakan ini diambil setelah adanya prediksi bahwa puncak El Nino akan berlangsung hingga akhir September atau awal Oktober 2026.
- Pemprov DKI memutuskan pelaksanaan hujan buatan akan dilakukan secara rutin setiap pekan selama kondisi memungkinkan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggencarkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan hingga dua kali dalam sepekan. Hal ini dilakukan sebagai langkah menghadapi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta yang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG. Menurutnya, kebijakan ini diambil setelah adanya prediksi bahwa puncak El Nino akan berlangsung hingga akhir September atau awal Oktober 2026.
"Dari data yang ada, puncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan tahun 2023. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau minggu pertama-kedua Oktober baru akan ada hujan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut Pramono, tantangan terbesar dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca adalah minimnya awan yang dapat dimanfaatkan untuk penyemaian. Meski demikian, hujan yang turun pada Selasa (4/8) malam dinilai menjadi momentum yang menguntungkan.
"Problemnya adalah ada kemungkinan awan itu kecil, tetapi saya sudah memerintahkan dan kita sudah mempersiapkan. Kalau tadi malam itu termasuk rezeki anak saleh, nggak ada awan tapi bisa dimodifikasi," ujarnya.
Karena itu, Pemprov DKI memutuskan pelaksanaan hujan buatan akan dilakukan secara rutin setiap pekan selama kondisi memungkinkan. "Jadi intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca, karena ini akan berlangsung lama," katanya.
Selain mengandalkan operasi modifikasi cuaca, Pemprov DKI juga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Dua isu utama yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air bersih dan meningkatnya potensi kebakaran.
Pramono mengatakan seluruh pemerintah kota di Jakarta akan mengampanyekan gerakan "Jaga Jakarta" yang difokuskan pada pencegahan kebakaran. Serta kesiapsiagaan menghadapi kekeringan.
"Maka pemerintah DKI Jakarta, wali kota akan campaign tentang Jaga Jakarta dalam dua hal. Satu kebakaran, yang satu adalah penyediaan air bersih pasti mengalami hambatan," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pramono juga meminta setiap rukun warga (RW) mulai menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR). Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran sekaligus memicu gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Saya minta untuk setiap RW persiapan APAR dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat. Karena suasananya kering dan juga kemungkinan untuk terjadi ISPA," ucap Pramono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....