Partisipasi Semesta Hadirkan PAUD bagi Anak Suku Dalam Jambi

  • 06 Agt 2026 00:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendikdasmen menyebut kolaborasi berbagai pihak berhasil menghadirkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bermutu bagi anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Bungo.
  • Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pendampingan yang dimulai sejak 2014 telah membuka akses pendidikan bagi anak-anak SAD yang sebelumnya sulit memperoleh layanan belajar.
  • Perjalanan tersebut diawali oleh Ulvi Monica Aulia, lulusan Kehutanan Universitas Jambi, yang bergabung sebagai pendamping komunitas SAD.

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh anak Indonesia membuahkan hasil di pedalaman Jambi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut kolaborasi berbagai pihak berhasil menghadirkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bermutu bagi anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Bungo.

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pendampingan yang dimulai sejak 2014 telah membuka akses pendidikan bagi anak-anak SAD yang sebelumnya sulit memperoleh layanan belajar. Perjalanan tersebut diawali oleh Ulvi Monica Aulia, lulusan Kehutanan Universitas Jambi, yang bergabung sebagai pendamping komunitas SAD.

Melalui pendekatan sekolah alam yang awalnya berlangsung di sudung-sudung atau pondok sederhana di dalam hutan, kegiatan belajar perlahan berkembang menjadi rumah belajar yang lebih terstruktur. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten selama lebih dari satu dekade itu kini melahirkan rintisan PAUD yang tidak hanya melayani anak-anak SAD, tetapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar.

Ulvi menjelaskan, ketika sebagian masyarakat SAD mulai menetap melalui program rehabilitasi sosial, kebutuhan akan ruang belajar semakin meningkat. Bersama pemerintah desa, ia kemudian membangun perpustakaan kecil di dekat Puskesmas Pembantu (Pustu) Pasir Putih sebagai tempat anak-anak belajar.

Kegiatan belajar juga sempat berlangsung di rumah pendamping sebelum akhirnya pada 2023 berdiri Ghumah Belajo Bhetilek Elmu, yang dalam bahasa Rimba berarti Rumah Belajar Mencari Ilmu. Kini, perpustakaan komunitas tersebut menjadi pusat aktivitas belajar anak-anak.

Mereka rutin datang untuk belajar membaca, menulis, berhitung, mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah, hingga mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri.

"Alhamdulillah, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka datang dengan semangat untuk belajar membaca, menulis, berhitung, mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah, serta mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri," ujar Ulvi dalam keterangannya, Rabu 5 Agustus 2026.

"Kami bersyukur karena pendampingan yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil. Tahun ini, salah satu anak dampingan kami juga sedang mengikuti proses pendaftaran kuliah di AKBID Amanah Muara Bungo," katanya.

Meski demikian, Ulvi mengakui masyarakat SAD masih menghadapi tantangan untuk mengakses PAUD di luar komunitas. Selain terkendala jarak dan akses, masih terdapat stigma dari sebagian masyarakat yang membuat orang tua merasa kurang nyaman menyekolahkan anak-anak mereka di luar lingkungan komunitas.

Karena itu, menurutnya, menghadirkan PAUD di dalam komunitas menjadi solusi yang tepat agar anak-anak memperoleh pendidikan sejak usia dini di lingkungan yang aman, dekat dengan keluarga. Sekaligus tetap menghormati budaya dan identitas mereka.

Berangkat dari keberhasilan pendampingan tersebut, masyarakat bersama pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan kini terus merintis pengembangan layanan PAUD sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam di Kabupaten Bungo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....