Kemendikdasmen Siap Gelar MPLS Serentak Pertama Peserta Didik PJJ
- 30 Jul 2026 16:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen akan menggelar MPLS serentak pertama untuk peserta didik Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) mulai 3 Agustus 2026.
- Program ini merupakan MPLS pertama sejak sistem PJJ dikembangkan sebagai layanan pendidikan formal resmi.
- MPLS dilaksanakan setelah Sistem Penerimaan Murid Baru PJJ untuk Anak Tidak Sekolah diterapkan secara nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) mulai 3 Agustus 2026. Program tersebut menjadi MPLS serentak pertama sejak sistem PJJ dikembangkan sebagai layanan pendidikan formal.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengatakan, MPLS dilaksanakan setelah Sistem Penerimaan Murid Baru PJJ bagi Anak Tidak Sekolah diterapkan secara nasional. "Mulai 3 Agustus kami akan memulai MPLS untuk PJJ dan ini menjadi MPLS serentak pertama sejak kita mengenal sistem PJJ," kata Fajar dalam acara bincang bersama media bertajuk "Lebih Dekat dengan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ): Menjangkau yang Tidak Terlayani, Membuka Akses Pendidikan untuk Semua", di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan, MPLS PJJ akan dilaksanakan secara daring. Kemendikdasmen akan mengundang berbagai tokoh untuk mengisi kegiatan MPLS PJJ 2026.
"MPLS akan dilaksanakan secara daring dan melibatkan berbagai tokoh. Kami juga berharap para gubernur dapat berbagi implementasi PJJ di daerah," ujar Tatang.
Tatang menjelaskan, PJJ tidak hanya mengandalkan pembelajaran daring. Pemerintah juga menyiapkan modul pembelajaran cetak untuk wilayah yang memiliki keterbatasan akses internet.
Selain itu, guru di sekolah induk dan sekolah mitra telah mendapatkan pelatihan pendampingan peserta didik. Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan Universitas Terbuka, SEAMEO SEAMOLEC, serta mempelajari praktik baik dari Australia dan Mongolia.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas pembelajaran, asesmen, dan pendampingan peserta didik sesuai standar. Pemerintah berharap PJJ menjadi sistem pendidikan yang mampu menjangkau seluruh warga negara Indonesia.
"Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif. Kami menargetkan penurunan angka Anak Tidak Sekolah secara signifikan menuju 2045," kata Tatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....