El Nino Menguat, Asia Tenggara Waspada Panas dan Kabut Asap

  • 05 Agt 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) memperingatkan Asia Tenggara akan menghadapi kondisi lebih panas dan kering dalam beberapa bulan mendatang akibat penguatan El Nino.
  • El Nino diperkirakan terus menguat hingga beberapa bulan ke depan dan akan mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah selatan ASEAN.
  • Periode kritis penurunan curah hujan di ASEAN diprediksi terjadi dari bulan Agustus hingga Oktober 2026.

RRI.CO.ID, Manila - Asia Tenggara diperkirakan akan menghadapi kondisi lebih panas dan kering dalam beberapa bulan mendatang seiring menguatnya El Nino. Peringatan tersebut disampaikan Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) dalam prakiraan musim terbaru yang dirilis Selasa, 4 Agustus 2026.

Melansir dari Xinhua, Rabu, 5 Agustus 2026, menurut ASMC El Nino diperkirakan terus menguat hingga beberapa bulan ke depan. El Nino juga akan mengurangi curah hujan di sebagian besar wilayah selatan ASEAN selama periode Agustus hingga Oktober.

ASMC menjelaskan musim angin barat daya diperkirakan berlangsung sepanjang periode tersebut dengan arah angin dominan dari tenggara dan barat daya. Pada saat yang sama, pita hujan muson diperkirakan tetap berada di utara garis khatulistiwa.

Hal tersebut menyebabkan wilayah selatan ASEAN akan mengalami kondisi yang lebih kering. Sementara itu, wilayah utara ASEAN diperkirakan menerima curah hujan yang lebih tinggi.

Selain penurunan curah hujan, sebagian besar kawasan ASEAN juga diperkirakan mengalami suhu di atas normal. Kombinasi suhu yang lebih tinggi dan minimnya curah hujan berpotensi memperburuk kondisi kekeringan.

Kondisi tersebut juga berpotensi mempercepat pengeringan lahan, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. ASMC juga memperingatkan bahwa kondisi kering yang berkepanjangan dapat memicu peningkatan jumlah titik panas atau hotspot.

Dengan dukungan angin dominan dari tenggara dan barat daya, risiko terjadinya kabut asap lintas batas diperkirakan ikut meningkat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas udara di sejumlah negara ASEAN.

Oleh karena itu, negara-negara di kawasan diimbau meningkatkan pemantauan terhadap titik panas serta memperkuat langkah-langkah pencegahan kebakaran. Pengelolaan lahan yang baik dan koordinasi lintas negara dinilai penting untuk meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat dan lingkungan.

ASMC menambahkan bahwa sektor pertanian dan ketersediaan sumber daya air juga berpotensi terdampak. Hal tersebut akan terjadi apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.

ASMC menegaskan bahwa penguatan El Nino menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi cuaca panas dan kekeringan di Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut juga diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap lintas batas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....