BMP Papua Pegunungan Kutuk Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo
- 25 Jul 2026 20:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMP Papua Pegunungan mengutuk aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
- Ketua BMP Papua Pegunungan Agus Huby mengatakan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan hukum.
- Masyarakat diminta agar menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
RRI.CO.ID, Wamena - Barisan Merah Putih (BMP) Papua Pegunungan mengutuk aksi kekerasan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Ketua BMP Papua Pegunungan Agus Huby mengatakan tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan hukum.
“Tindakan kekerasan terhadap warga sipil merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, hukum. Serta mengganggu keamanan dan ketenteraman di Tanah Papua, khususnya di Papua Pegunungan,” katanya di Wamena, Sabtu 25 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua BMP Kabupaten Jayawijaya Hengki Heselo mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Ia juga mengajak masyarakat mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Papua Pegunungan.
“Kami juga turut berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga ketiga korban yang telah dibunuh oleh KKB di Kabupaten Yahukimo,” ujarnya. Hengki berharap aparat penegak hukum dapat menindak pelaku sesuai ketentuan yang berlaku sehingga rasa aman masyarakat segera pulih.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, BMP Papua Pegunungan bersama BMP Kabupaten Jayawijaya juga menyalurkan bantuan berupa paket bahan pokok kepada warga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Ketua BMP Papua Pegunungan Agus Huby mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian organisasi terhadap masyarakat.
“Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian organisasi dalam membantu masyarakat. Serta mempererat tali persaudaraan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi,” ucapnya.
Sebelumnya, beredar rekaman di media sosial yang memperlihatkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan KKB pimpinan Kopi Tua Heluka di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, Papua Pegunungan. Dalam peristiwa tersebut, tiga warga sipil orang asli Papua (OAP) dilaporkan tewas setelah dituduh sebagai mata-mata bantuan polisi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....