Kodam Cenderawasih Kecam Kekerasan terhadap Warga Sipil di Yahukimo

  • 23 Jul 2026 18:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kodam XVII/Cenderawasih mengecam tindakan kekerasan terhadap dua warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu 22 Juli 2026.
  • Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, kedua korban diduga merupakan pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan Seli Wenda.

RRI.CO.ID, Wamena - Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih mengecam tindakan kekerasan terhadap dua warga sipil di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu 22 Juli 2026. Kecaman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto.

“Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras kekejaman KKB terhadap warga sipil tak bersenjata. Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun,” kata Tri dalam keterangannya, Kamis 23 Juli 2026.

Ia membenarkan peristiwa tersebut. Tri menyampaikan kecaman keras atas dugaan aksi kekerasan yang menimpa warga sipil.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kodam XVII/Cenderawasih, kata Tri, turut merasakan duka atas kehilangan tersebut dan berharap proses evakuasi korban dapat berjalan aman dan lancar.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar proses evakuasi yang dilakukan aparat gabungan dapat berjalan lancar. Sehingga korban segera dapat diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan di lingkungan sekitar.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah,” kata Tri.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun aparat, kedua korban diduga merupakan pasangan suami istri bernama Kumis Kogoya dan Seli Wenda. Keduanya disebut merupakan orang asli Papua (OAP) korban dari serangan dari kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....