Anggota KKB Yahukimo Meninggal usai Ditembak Saat Kabur dari Penangkapan
- 18 Jun 2026 21:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dan Polres Yahukimo menembak seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial AP alias Y alias AS.
- Penembakan ini dilakukan setelah yang bersangkutan melarikan diri ke hutan saat hendak ditangkap di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
- AP merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo.
RRI.CO.ID, Jayapura - Tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) dan Polres Yahukimo menembak seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial AP alias Y alias AS. Tindakan ini diambil setelah yang bersangkutan melarikan diri ke hutan saat hendak ditangkap di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
AP yang diketahui menjabat sebagai Komandan Operasi Batalyon Muara Kali Heluk, Seng, Sulo, Baliem, Indol (Danopsyon HSSBI) Kodap XVI Yahukimo. Ia meninggal dalam operasi yang berlangsung di kawasan Jalan Poros Logpon KM 7, Distrik Dekai, pada Rabu 17 Juni 2026.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan aparat telah memberikan dua kali tembakan peringatan sebelum mengambil tindakan tegas terhadap AP. “Personel sempat dua kali memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan sehingga dilakukan penembakan sesuai SOP,” kata Yusuf di Jayapura, Kamis 18 Juni 2026.
Menurut Yusuf, AP merupakan daftar pencarian orang (DPO) yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di Kabupaten Yahukimo. Ia diduga terlibat dalam penembakan terhadap Alexander Angket dan Naldy Magosa pada 28 April yang mengakibatkan kedua korban mengalami luka tembak.
Selain itu, AP juga diduga terlibat dalam penembakan terhadap Suhardin di kawasan Ruko Blok A, Dekai, pada 30 April. Dalam insiden tersebut, peluru dilaporkan mengenai spidometer sepeda motor yang dikendarai korban dan tidak menyebabkan korban tertembak.
Sebelum melakukan penindakan terhadap AP, tim gabungan terlebih dahulu menggeledah sebuah rumah yang diduga menjadi markas. Sekaligus tempat persinggahan anggota HSSBI Kodap XVI Yahukimo di belakang Gereja Metanoia, Kota Dekai.
Dari penggeledahan tersebut, aparat mengamankan satu butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, sejumlah senjata tajam, busur dan anak panah, telepon genggam. Serta berbagai perlengkapan yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.
Petugas juga mengamankan seorang pria berinisial HS (28) untuk dimintai keterangan terkait jaringan dan aktivitas kelompok tersebut. Dari hasil pemeriksaan, HS mengaku menyimpan amunisi yang diduga berasal dari salah satu anggota HSSBI.
“Informasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan. Guna mengungkap jaringan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo,” ujar Yusuf.
Setelah pengumpulan informasi, tim gabungan memperoleh data mengenai keberadaan AP di wilayah Pos Kilo 6, Distrik Dekai. Saat itu, AP diketahui melintas menggunakan sepeda motor di Jalan Logpon.
Ketika hendak dihentikan petugas, AP tidak mengindahkan perintah dan justru meninggalkan sepeda motornya sebelum melarikan diri ke dalam hutan. Aparat kemudian melakukan pengejaran dan memberikan dua kali tembakan peringatan sesuai prosedur.
Namun karena AP tetap berupaya melarikan diri, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur kepolisian. “Dalam operasi tersebut, AP dinyatakan meninggal dunia, kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk proses lebih lanjut,” kata Yusuf.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....