Penanganan Jembatan Pantai Dona Dipercepat untuk Dukung Pemulihan Pascabencana

  • 18 Jul 2026 10:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mempercepat pembangunan permanen Jembatan Pantai Dona untuk memulihkan konektivitas masyarakat pascabencana di Kabupaten Aceh Tenggara
  • Hingga 15 Juli 2026, progres fisik penanganan Jembatan Pantai Dona telah mencapai 43,25 persen
  • Penyelesaian pembangunan terus dipercepat melalui koordinasi lintas pihak dengan target rampung pada 31 Desember 2026

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan Jembatan Pantai Dona di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Pembangunan jembatan permanen dilakukan untuk mempercepat pemulihan konektivitas masyarakat setelah terdampak bencana.

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, pemerintah juga terus mempercepat penanganan permanen terhadap jembatan daerah yang masih bersifat sementara.

"Jalan nasional sudah kembali fungsional 100 persen. Untuk penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu, 18 Juli 2026.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait. Langkah itu agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi."

Meski Jembatan Pantai Dona merupakan aset Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, Kementerian PU tetap mempercepat pembangunan permanen. Pekerjaan konstruksi dimulai sejak 10 Desember 2025 dengan target penyelesaian pada 31 Desember 2026.

Pembangunan jembatan ini dilaksanakan PT Adhi Karya (Persero) bersama penyedia jasa lokal secara bertahap. Penanganan terus dilakukan melalui koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini mengatakan progres pekerjaan terus berjalan sesuai target. Hingga 15 Juli 2026, progres fisik penanganan Jembatan Pantai Dona telah mencapai 43,25 persen.

"Pekerjaan terus dilanjutkan dan progresnya masih sesuai dengan target. Diharapkan, dengan Penanganan Jembatan Pantai Dona akan menghubungkan kembali konektivitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana," ujar Zulkarnaini.

Saat ini, sejumlah pekerjaan yang telah diselesaikan meliputi preboring dan pemancangan pada titik P1, A1, P2, serta A2. Sementara itu, pekerjaan pada titik P3, pile cap, abutment, serta pengecoran isian SPP masih berlangsung.

Pembangunan jembatan juga didukung berbagai peralatan berat untuk mempercepat proses konstruksi di lapangan. Peralatan tersebut meliputi excavator, alat preboring, alat pancang, mobile crane, batching plant, dan truck mixer.

Kementerian PU terus mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Pantai Dona melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah berharap konektivitas masyarakat segera pulih secara permanen sehingga aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....