PU Perkuat Konektivitas lewat Penanganan Permanen Pascabencana Aceh

  • 03 Jul 2026 08:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU mempercepat penanganan permanen jalan dan jembatan pascabencana di Aceh untuk memulihkan konektivitas, akses transportasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat
  • Penanganan dilakukan pada koridor Lintas Timur, Lintas Barat, dan Lintas Tengah Aceh
  • Penanganan permanen mencakup rehabilitasi jalan, rekonstruksi jembatan, dan penguatan lereng

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan permanen jalan dan jembatan pascabencana di Provinsi Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan konektivitas masyarakat dan akses transportasi, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU menangani 20 lokasi pada koridor Lintas Barat dan Timur Aceh. Penanganan tersebut meliputi 15 ruas jalan nasional serta lima jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Selain itu, penanganan permanen juga dilaksanakan pada 16 lokasi di kawasan Lintas Tengah Aceh. Adapun pekerjaannya mencakup rehabilitasi jalan, rekonstruksi jembatan, penguatan lereng, perlindungan tebing sungai, serta pekerjaan pendukung lainnya.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai wilayah. Menurutnya, pemerintah juga mempercepat berbagai tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi menuju penanganan permanen.

"Jalan nasional sudah kembali fungsional 100 persen dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi," kata Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat, 3 Juli 2026.

Di koridor Lintas Timur, penanganan permanen dilakukan pada 17 lokasi yang mencakup 13 ruas jalan nasional. Selain itu, pemerintah juga menangani empat jembatan untuk mempercepat pemulihan konektivitas wilayah.

Lokasi penanganan di koridor Lintas Timur meliputi:

1. Beureunuen – Batas (Bts.) Pidie Jaya/Pidie

2. Bts. Pidie Jaya/Pidie – Meureudu

3. Meureudu – Bts. Pidie Jaya/Bireuen

4. Bts. Pidie Jaya/Bireuen – Kota Bireuen

5. Peureulak – Bts. Kota Langsa/Aceh Timur

6. Bts. Kota Langsa/Aceh Timur – Kota Langsa

7. Bts. Kota Langsa/Aceh Tamiang – Kota Kuala Simpang

8. Jalan Ir. Juanda, Kuala Simpang

9. Jalan Cut Nyak Dhien, Kuala Simpang

10. Jalan Iskandar Muda, Kuala Simpang

11. Jalan Mayjen Sutoyo, Kuala Simpang

12. Jalan Ade Irma Suryani, Kuala Simpang

13. Kota Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumatra Utara

14. Jembatan Krueng Meureudu

15. Jembatan Krueng Tingkeum

16. Jembatan Pante Lhong

17. Jembatan Ulee Langa

Sementara itu, penanganan pada koridor Lintas Barat difokuskan di tiga lokasi prioritas. Lokasi tersebut meliputi dua ruas jalan nasional dan satu jembatan yang terdampak bencana.

Lokasi penanganan di koridor Lintas Barat meliputi:

1. Ruas Jalan Genting Gerbang – Celala – Batas Aceh Tengah/Nagan Raya

2. Batas Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram

3. Jembatan Krueng Beutong

Untuk di kawasan Lintas Tengah Aceh, penanganan permanen dilakukan pada 16 lokasi di sejumlah kabupaten. Wilayah tersebut meliputi Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, hingga Kabupaten Bener Meriah.

Pekerjaan tidak hanya memperbaiki badan jalan dan jembatan yang terdampak bencana. Kementerian PU juga memperkuat lereng serta tebing sungai guna meminimalkan risiko kerusakan berikutnya.

Salah satu progres penanganan permanen berlangsung pada Jembatan Lawe Mengkudu I di Lintas Tengah Aceh. Hingga 28 Juni 2026, progres pekerjaan telah mencapai 83,72 persen dan ditargetkan selesai 31 Juli 2026 mendatang.

Penanganan permanen dilakukan dengan membongkar jembatan lama yang terdampak bencana. Pemerintah kemudian membangun jembatan baru yang lebih aman untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....