Kementerian PU Percepat Pemulihan Layanan Air Minum Pascabencana di Aceh
- 08 Jul 2026 11:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian PU mempercepat penanganan SPAM pascabencana guna memulihkan layanan air minum di wilayah terdampak Aceh
- Tiga paket pembangunan SPAM di sejumlah kabupaten menunjukkan progres fisik 35,22 hingga 39,52 persen per 1 Juli 2026
- Pemerintah menargetkan pemulihan layanan air minum yang tangguh sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dasar masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pascabencana di Provinsi Aceh. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan layanan air minum sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur dasar masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan infrastruktur dasar tetap menjadi prioritas pemerintah pascabencana di berbagai wilayah Aceh. Menurutnya, percepatan penyelesaian pekerjaan harus tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan yang berkelanjutan.
"Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres yang positif. Namun fokus kami tidak hanya pada percepatan penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas hasil pemulihan agar lebih tangguh, dan tepat sasaran," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Rabu, 8 Juli 2026.
Salah satu pekerjaan utama dilaksanakan pada SPAM pascabencana di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Hingga 1 Juli 2026, progres fisik paket senilai Rp516,59 miliar tersebut telah mencapai 37,59 persen.
Adapun pekerjaan meliputi pembangunan empat sistem SPAM beserta sumur bor, instalasi pengolahan air, dan tapping jaringan PDAM. Untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan, kontraktor mempercepat pelaksanaan melalui penambahan tenaga kerja, jam kerja, serta penggunaan komponen prefabrikasi.
Sementara itu, penanganan SPAM di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa juga terus berlangsung. Hingga awal Juli 2026, progres fisik paket senilai Rp246,69 miliar tersebut mencapai 35,22 persen.
Paket tersebut mencakup pembangunan empat sistem SPAM dengan sumur bor, sumber air permukaan, dan instalasi pengolahan air. Seluruh pekerjaan tersebut ditujukan meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Selain itu, penanganan SPAM juga dilakukan di Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah secara bertahap. Hingga 1 Juli 2026, progres fisik paket senilai Rp526,42 miliar tersebut telah mencapai 39,52 persen.
Paket tersebut mencakup pembangunan sembilan sistem SPAM beserta instalasi pengolahan air dan rehabilitasi sejumlah fasilitas eksisting. Kementerian PU berharap layanan air minum segera pulih sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....