Kapolri Instruksikan Optimalisasi Penanganan Karhutla di Riau

  • 09 Jul 2026 06:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri memperkuat kesiapan melalui tambahan peralatan, koordinasi, dan edukasi kepada masyarakat.
  • Kapolri menginstruksikan optimalisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.
  • BPBD mendeteksi sekitar 15 ribu hotspot dengan 329 titik api yang memerlukan penanganan.

RRI.CO.ID, Kampar - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Instruksi disampaikan saat meninjau kesiapan Polda Riau menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Peninjauan dilakukan di Kabupaten Kampar sekaligus menyerahkan peralatan pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Kapolri mengatakan kesiapan seluruh unsur menjadi modal penting menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Seluruh instansi diminta terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam setiap tahapan penanganan.

"Seluruh stakeholder telah bersatu menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Kondisi itu menjadi kekuatan utama dalam penanganan di lapangan," ujarnya kepada media, Riau, Rabu, 8 Juli 2026.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terdeteksi sekitar 15 ribu hotspot di wilayah Riau. Hasil pendalaman menunjukkan terdapat 329 titik api yang memerlukan penanganan segera.

Kapolri mengingatkan seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Menurutnya, Riau memiliki karakteristik kebakaran hutan yang berbeda dibandingkan wilayah lain.

"Riau memiliki potensi kebakaran hutan pada Juli hingga September. Seluruh jajaran harus mempersiapkan diri dengan lebih baik," katanya.

Kapolri meminta seluruh peralatan pendukung dipastikan dalam kondisi siap digunakan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Personel juga diminta menyiapkan sumber air untuk mengantisipasi kekeringan pada musim kemarau.

Selain kesiapan peralatan, edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat melalui sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat memahami aturan pembukaan lahan sesuai ketentuan pemerintah.

"Aturan pembukaan lahan telah ditetapkan pemerintah pusat dan daerah. Seluruh masyarakat diharapkan mematuhi ketentuan yang berlaku," ucapnya.

Kapolri juga menyerahkan tambahan peralatan kepada Polda Riau untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bantuan meliputi kendaraan roda dua, alat berat, dan peralatan pembuatan sumur bor.

Menurut Kapolri, komunikasi antarpersonel harus tetap terjaga selama pelaksanaan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi yang baik dinilai mempercepat respons terhadap setiap kemunculan titik api.

"Sinergi seluruh pihak harus terus dipertahankan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diharapkan bersama menjaga kelestarian hutan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....