Perkuat 'Scientific Policing', Wakapolri Resmikan Kelas Tematik dan Laboratorium

  • 07 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakapolri meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik Akpol.
  • Laboratorium mendukung pembelajaran berbasis AI, big data, dan evidence-based policing.
  • Indonesia menjadi negara kelima di Asia yang memiliki Laboratorium Sosial Sains Kepolisian.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian dan Kelas Tematik Akpol, Senin, 6 Juli 2026. Fasilitas tersebut mendukung transformasi pendidikan Polri menuju pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Peresmian berlangsung di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah. Langkah tersebut memperkuat pembentukan perwira yang profesional, adaptif, dan berbasis data.

"Taruna harus dibekali kemampuan mengambil keputusan berbasis data. Karena itu, pembelajaran memanfaatkan big data, artificial intelligence, dan analisis komprehensif," ujarnya.

Wakapolri menjelaskan, laboratorium menjadi bagian penting reformasi pendidikan Polri yang sedang berjalan. Taruna dipersiapkan menjadi first line supervisor sekaligus calon pemimpin Polri masa depan.

"Seluruh keputusan nantinya harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara hukum. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting menghadapi tantangan kepolisian yang semakin kompleks," katanya.

Menurut Dedi, Laboratorium Sosial Sains menghadirkan pembelajaran melalui simulasi berbagai persoalan masyarakat. Taruna dilatih menganalisis dinamika sosial menggunakan teknologi digital dan pendekatan ilmiah.

Pemanfaatan artificial intelligence, coding, dan big data menjadi bagian utama proses pembelajaran. Pendekatan tersebut mendukung penerapan konsep evidence-based policing di lingkungan Polri.

Sebagai penguatan pembelajaran, Polda Jawa Tengah ditetapkan menjadi Teaching Laboratory Akpol. Taruna akan mempelajari dinamika kamtibmas secara langsung sebelum bertugas di lapangan.

Selain laboratorium, Akpol juga menghadirkan Kelas Tematik berbasis studi kasus kepolisian terkini. Ruang belajar tersebut dirancang lebih interaktif, visual, dan aplikatif bagi para taruna.

"Saat ini tersedia enam Kelas Tematik yang mewakili fungsi utama kepolisian. Ke depan, seluruh fungsi teknis Polri ditargetkan memiliki kelas serupa," kata Wakapolri.

Perumus Laboratorium Sosial Sains, Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo, mengatakan fasilitas tersebut mendukung pendidikan modern. Konsepnya mengedepankan riset, diskusi, dan simulasi fenomena sosial.

Menurut Susilo, laboratorium tidak dirancang sebagai laboratorium eksakta seperti umumnya. Fasilitas tersebut membentuk taruna berpikir sistemik, kritis, dan reflektif sebelum bertugas.

Konsep laboratorium disusun bersama para pakar melalui berbagai kajian akademik. Tim juga melakukan studi komparatif ke sejumlah lembaga pendidikan kepolisian luar negeri.

Dengan peresmian tersebut, Indonesia menjadi negara kelima di Asia yang memiliki Laboratorium Sosial Sains Kepolisian. Fasilitas itu diharapkan memperkuat kualitas pendidikan Polri secara berkelanjutan.

Pembangunan laboratorium dan Kelas Tematik didukung dana hibah Bank Himbara serta alumni Polri. Di akhir acara, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Himbara, alumni Polri, para donatur, dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan ini. Sinergi tersebut menjadi investasi penting membangun SDM Polri yang unggul menghadapi tantangan masa depan," tutup Wakapolri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....