BPBD Bekasi Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Desa Ridogalih

  • 07 Jul 2026 17:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BPBD Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan 10 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah pada tanggal 7 Juli 2026.
  • Sebanyak 670 Kepala Keluarga tersebar di Dusun II dan III mengalami dampak kekeringan, dengan tingkat kekeringan terparah terjadi di Dusun III karena lokasi di ujung jaringan distribusi air dari Perumda Tirta Bhagasasi.
  • BPBD berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan wilayah berpotensi krisis air bersih dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk penanganan berkelanjutan serta solusi jangka panjang di masa depan.

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mendistribusikan 10 ribu liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan. Tepatnya di Kampung Cihanjuang RT 02, RW O6, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin, 7 Juli 2026.

Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bekasi, Haidir, mengatakan penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah. Terutama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Ia menambahkan, BPBD akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih. Serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.

"Kami bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih berdasarkan laporan dan permohonan dari pemerintah desa. Sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau," katanya, emlalui keteranganya, Selasa, 7 Juli 2026.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Desa Ridogalih, Ahmad Sapruddin, mengatakan terdapat 670 Kepala Keluarga (KK) terdampak kekeringan. Mereka adalah warga yang tinggal di Dusun II dan III.

Ia mengatakan, dari dua dusun tersebut, kekeringan terparah terjadi di Dusun III. Hal ini dikarenakan dusun tersebut berada di ujung jaringan distribusi air dari Perumda Tirta Bhagasasi.

"Warga yang terdampak sekitar 670 kepala keluarga yang tersebar di dua dusun. Selama pasokan air tidak mengalir, sebagian warga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Menurut Ahmad, bantuan air bersih yang disalurkan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan di sarana ibadah.

Ia juga mengapresiasi respons Pemkab Bekasi dalam menindaklanjuti permohonan bantuan air bersih yang diajukan oleh pemerintah desa.

"Ketika kami mengajukan permohonan bantuan air bersih, respons yang diberikan cukup cepat. Sehingga kebutuhan warga dapat segera terpenuhi," katanya.

Salah seorang bernama Anik, mengaku bantuan air bersih tersebut sangat membantu masyarakat di desanya. Yang telah mengalami kesulitan mendapatkan air selama kurang lebih dua hingga tiga bulan terakhir.

"Alhamdulillah bantuan air bersih ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari memasak, mencuci, dan minum. Semuanya dipakai untuk kebutuhan keluarga," katanya.

Anik berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan yang hampir terjadi setiap tahun di wilayahnya. Sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau.

"Harapannya ke depan ada solusi supaya aliran air bisa lancar. Sehingga warga tidak lagi mengalami kesulitan air bersih seperti sekarang," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....