Kementerian PU Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Cimahi

  • 28 Jul 2026 10:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian PU menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kota Cimahi, Jawa Barat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kota Cimahi, Jawa Barat. Ini menindaklanjuti keputusan Wali Kota Cimahi terkait penetapan status siaga darurat kekeringan yang berlaku hingga 30 September 2026.

Penyaluran telah dilakukan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat sejak 7 Juli 2026. Distribusi air bersih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, yang mengalami kekeringan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan penyediaan air bersih menjadi bagian penting pembangunan berkelanjutan dan layanan dasar masyarakat. Menurut dia, layanan air berkualitas mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, serta menghadapi dampak perubahan iklim.

"Layanan airberkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026. “Terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim.”

Kepala BPBPK Jawa Barat, M. Reva Sastrodiningrat, mengatakan distribusi dilakukan dua kali seminggu setiap Selasa dan Jumat. Menurut dia, kegiatan tersebut menjangkau enam titik pelayanan yang tersebar di empat rukun warga (RW).

“Sebanyak lima unit mobil tangki air dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter dikerahkan pada setiap distribusi,” ujarnya. Sehingga, total air bersih yang disalurkan mencapai 20.000 liter per pengiriman atau sekitar 40.000 liter per minggu.

Reva menambahkan kekeringan saat ini dipicu kemarau panjang yang menurunkan ketersediaan air tanah dangkal. Menurut dia, kondisi tersebut diperparah karena jaringan pelayanan PDAM masih belum menjangkau kawasan terdampak kekeringan.

Distribusi bantuan diprioritaskan melalui tiga titik pelayanan yang menjangkau empat RW di Kelurahan Leuwigajah. Wilayah tersebut menjadi prioritas karena memiliki tingkat kekeringan paling tinggi selama musim kemarau berlangsung.

Salah seorang warga Leuwigajah, Nining, mengaku bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. ”Saat musim kemarau sumur kami sering kering, sehingga kebutuhan air sehari-hari sangat bergantung pada bantuan ini,” katanya.

Kementerian PU menegaskan penyediaan air bersih akan terus diperkuat melalui sinergi bersama dengan Pemerintah Kota Cimahi. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan berlangsung efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....