Bekasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Distribusikan 2,7 Juta Liter Air Bersih

  • 28 Jul 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kekeringan di Kabupaten Bekasi terjadi di 80 titik yang tersebar di 21 Desa dan 9 Kecamatan di Kabupaten Bekasi.
  • Air bersih didistribusikan kepada warga terdampak kekeringan sebanyak 9.537 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 28.450 jiwa

RRI.CO.ID, Kabupaten Bekasi- Pemkab Bekasi tercatat telah mendistribusikan 2.786.300 liter air bersih per 27 Juli 2026 pukul 22.00 WIB. Angka tersebut merupakan data yang tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi mengatakan, air bersih diberikan kepada warga terdampak kekeringan. Jumlahnya mencapai 9.537 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 28.450 jiwa di 80 titik yang tersebar di 21 desa dan 9 kecamatan.

Menurutnya, sumber air bersih tersebut berasal dari berbagai pihak dengan rincian BPBD Kabupaten Bekasi sebanyak 1.061.000 liter, PDAM (Tirta Bhagasasi) 859.000 liter. Kemudian PMI 580.000 liter, BBWS Ciliwung-Cisadane 40.000 liter, BBWS Citarum 16.000 liter, Deltamas 33.000 liter, PT. Hyundai 6.000 liter.

Lalu Yayasan BMI 8.000 liter, Yayasan SCK 160.000 liter. Serta PT. Ejip 10.000 liter, DPC Gamki 5.000 liter, dan CSR Jababeka 8.300 liter.

“Kolaborasi tersebut sangat penting untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan. Terutama di wilayah yang setiap tahun mengalami keterbatasan pasokan air bersih saat musim kemarau," katanya, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Dodi, BPBD juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat daerah terkait. Tujuannya untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.

BPBD Kabupaten Bekasi menghimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Mereka juga diminta melapor kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

“Kami memastikan personil, armada, dan stok air bersih tetap siaga. Jika ada wilayah baru yang terdampak distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.

Sekadar informasi, 9 kecamatan di Kabupaten Bekasi yang terdampak kekeringan yaitu, Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu. Serta Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan dan Tarumajaya.

Di Kecamatan Bojongmangu wilayah terdampak kekeringan berada di 30 titik. Meliputi Desa Sukabungah, Medalkrisna, Karangmulya, Sukamukti, Karang Indah dan Desa Bojongmangu.

Sedangkan Kecamatan Cibarusah kekeringan terjadi di 20 titik. Antara lain Desa Ridogalih, Ridomanah, Cibarusah Jaya, Cibarusah Kota dan Sirnajati.

Sementara di Kecamatan Serang Baru ada 14 titik terdampak kekeringan yang ada di Desa Nagasari, Nagacipta dan Desa Sukasari. Kemudian di Kecamatan Cikarang Selatan terdapat 3 titik terdampak kekeringan yakni di Desa Sukadami dan Desa Serang.

Lalu kekeringan di Kecamatan Pebayuran tercatat mencapai 6 titik yang semuanya berada di Desa Karangsegar. Kemudian kekeringan di Kecamatan Sukatani berada di 2 titik yang semuanya berada di Desa Sukamulya.

Kekeringan juga dialami Kecamatan Babelan yang tersebar di 3 titik yaitu di Desa Kedung Pengawas. Begitu juga Kecamatan Tarumajaya yang memiliki 2 titik di yang semuanya berada Desa Samudrajaya.

Kecamatan Cabangbungin juga merupakan kecamatan yang terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau. Hanya saja ini terjadi di 1 titik yakni di Desa Lenggahsari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....