Yanni Apresiasi Lompatan Pariwisata Biak, Puji Terobosan Bupati

  • 02 Jul 2026 19:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Otsus Papua, Yanni mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.
  • Wacana pembentukan Provinsi Papua Utara sebagai bagian dari penataan pemerintahan di Tanah Papua.
  • Keberhasilan Biak Numfor mengembangkan sektor pariwisata menjadi bukti bahwa Papua memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Biak - Festival Biak Munara Wampasi 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata. Tetapi juga panggung untuk memperkuat gagasan pembangunan Papua yang berbasis potensi daerah dan penataan wilayah.

Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yanni, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi. Sekaligus kembali mendorong pembentukan Provinsi Papua Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan Yanni usai menghadiri pembukaan Festival Biak Munara Wampasi 2026 di Biak, Rabu 1 Juli 2026. Acara itu dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, unsur TNI-Polri, kepala daerah, pelaku UMKM, serta ribuan masyarakat.

Menurut Yanni, penyelenggaraan festival tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, dan sejarah sebagai kekuatan ekonomi baru. Posisi strategis Biak juga dinilai menjadi modal penting untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan timur Indonesia.

"Terobosan seperti ini patut diapresiasi, pariwisata menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Kabupaten Biak beruntung memiliki bupati yang mampu membaca potensi daerah dan berani menerjemahkannya menjadi agenda pembangunan," ujar Yanni.

Ia menilai kepemimpinan Bupati Markus Octovianus Mansnembra telah memberikan arah yang jelas dalam pengembangan sektor pariwisata. Festival yang berlangsung hingga 7 Juli 2026 itu dinilai menjadi sarana promosi efektif untuk menarik wisatawan sekaligus investor ke Biak.

Selain menyoroti sektor pariwisata, Yanni juga kembali mengangkat wacana pembentukan Provinsi Papua Utara sebagai bagian dari penataan pemerintahan di Tanah Papua. Menurutnya, gagasan tersebut memiliki dasar yang kuat karena mengacu pada konsep pembagian tujuh wilayah adat Papua yang telah lama menjadi acuan dalam pembahasan pemekaran wilayah.

"Konsep tujuh wilayah adat bukan gagasan yang baru muncul hari ini, itu sudah menjadi dasar pembahasan pemekaran Papua sejak lama. Jadi, apabila Papua Utara terbentuk, langkah itu merupakan bagian dari penataan pemerintahan yang selaras dengan struktur sosial dan kultural masyarakat adat Papua," katanya.

Yanni menjelaskan, pembentukan daerah otonom baru bertujuan mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan. Serta memberikan ruang yang lebih luas bagi daerah dalam mengelola potensi ekonominya sesuai karakter masing-masing wilayah.

Ia menilai keberhasilan Biak Numfor mengembangkan sektor pariwisata menjadi bukti bahwa Papua memiliki sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Namun, menurutnya, potensi tersebut memerlukan dukungan kebijakan yang mampu mempercepat pelayanan publik, memperkuat investasi, dan menciptakan iklim pembangunan yang lebih efektif.

"Papua memiliki kekayaan yang luar biasa. Potensi itu harus dikelola melalui tata pemerintahan yang tepat agar benar-benar menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Pariwisata adalah salah satu jalannya, sementara penataan wilayah menjadi instrumen untuk mempercepat hasil yang ingin dicapai," ujar Yanni.

Festival Biak Munara Wampasi sendiri telah memasuki penyelenggaraan ke-14 dan berlangsung pada 1–7 Juli 2026. Tahun ini festival kembali masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata yang menghimpun berbagai event wisata terbaik di Indonesia.

Selama sepekan, festival menghadirkan 12 rangkaian kegiatan yang memadukan wisata bahari, pameran ekonomi kreatif. Serta pertunjukan budaya khas Biak.

Tradisi leluhur seperti Snap Mor, yakni menangkap ikan secara tradisional, dan Apen Bayeren atau atraksi berjalan di atas batu panas turut ditampilkan sebagai daya tarik utama. Kehadiran festival ini sekaligus mempertegas posisi Biak sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....