Wapres Kunjungi Pasar Ikan Biak, Disambut Antusias Warga
- 13 Jan 2026 18:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Ikan di Biak Numfor, Papua, Selasa (13/1/2025). Wapres melihat langsung aktivitas jual beli ikan, rantai distribusi, serta fasilitas pendukung yang digunakan pedagang dan nelayan.
Pantauan RRI, kedatangan Wapres disambut antusias warga setempat baik penjual maupun pembeli. Ia nampak memakai kemeja coklat muda dan noken saat melakukan blusukan ke pasar ikan tersebut.
Setibanya di depan pintu masuk pasar, Wapres langsung dikerumuni masyarakat yang telah lama menunggu. Ia pun langsung menyapa ibu-ibu, bapak-bapak, maupun anak-anak kecil yang hadir.
Banyak juga warga memegang ponsel untuk mengabadikan momen dengan Wapres Gibran. Sejumlah masyarakat juga berteriak untuk meminta foto bersama orang nomor dua tersebut.
Sambil berkeliling pasar, Gibran menyapa dan menyalami warga. Sesekali, ia meladeni warga yang mengajaknya berfoto bersama.
Saat berada di lapak penjual sayuran, ia sempat menanyakan harganya. "Satu kilogram (cabai) berapa?" kata Wapres bertanya.
"Rp100 ribu," ucap salah satu mama penjual. Ketika berada di salah satu lapak milik mama-mama penjual ikan, ia juga memborong ikan baronang dan ikan panjang senilai Rp600 ribu.
Ia juga sempat terlihat membeli ikan di sejumlah pedagang lainnya. Selama berkeliling pasar, para warga juga sempat meneriakkan nama Wapres.
"Gibran, Gibran, Gibran," kata warga berteriak di pasar. Sejumlah pedagang pun mengaku bahagia bisa bertemu Wapres secara langsung.
Salah satunya, penjual ikan bernama Musa Rumaropen. "Kami sangat bangga bahwa Bapak Wapres bisa hadir di tengah-tengah pasar ikan, suatu kebanggaan bagi kami," ujar Musa.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga meninjau langsung operasional cool storage yang berada di kawasan Pasar Ikan Fandoi. Ia menekankan pentingnya menjaga mutu hasil perikanan sebagai kunci untuk memperluas akses pasar ekspor.
“Mutu harus dijaga agar hasil perikanan nelayan dapat menembus pasar ekspor,” kata Wapres. Dalam kesempatan terpisah, Kadis Perikanan Biak Numfor Effendi Igirisa menjelaskan, fasilitas tersebut memiliki kapasitas penyimpanan hingga 200 ton.
Dimana memiliki kemampuan pembekuan mencapai 10 ton melalui air blast freezer (ABF). Cool storage ini dibangun pada 2018 melalui program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pembangunannya juga didukung dana dari JICA (Japan International Cooperation Agency). "Saat ini asetnya sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah Biak Numfor dan dikerjasamakan dengan PT Biak Ocean Seafood,” ujar Effendi.
Menurutnya, PT Biak Ocean Seafood membeli ikan dari nelayan di berbagai wilayah. Mulai dari Biak Timur, Biak Utara, Biak Barat, dan Biak Kota hingga wilayah kepulauan di sekitarnya.
Tiga bulan beroperasi, pengelola telah mengirimkan enam kontainer ikan ke Semarang untuk kemudian disortir dan diekspor ke Tiongkok. Effendi menambahkan, untuk menjaga kontinuitas pasokan, pengelola juga menambah armada tangkap sendiri berupa kapal berukuran sekitar 54 GT.
Lebih lanjut, ia menyebut keberadaan cool storage berdampak positif terhadap pendapatan nelayan. Dengan fasilitas penyimpanan yang memadai, hasil tangkapan nelayan dapat diserap dalam jumlah besar tanpa menyebabkan penurunan harga di pasar.
“Harga menjadi lebih stabil. Sehingga pendapatan nelayan meningkat,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....