Kampung Nelayan di Biak Tingkatkan Tangkapan Ikan Dua Kali Lipat
- 02 Apr 2026 02:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Kampung Nelayan Merah Putih sukses melipatgandakan jumlah hasil tangkapan ikan di wilayah pesisir Biak Papua.
- Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 1.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih sepanjang sisa periode tahun 2026.
- Fasilitas perikanan yang modern memberikan pengaruh positif terhadap kestabilan tingkat pendapatan ekonomi bagi keluarga para nelayan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) inisiatif Presiden Prabowo terbukti meningkatkan hasil tangkapan nelayan lokal di Papua. Pemodelan wilayah Samber Binyeri di Biak telah memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi taraf hidup masyarakat pesisir.
Kehadiran fasilitas perikanan modern membuat angka produksi ikan harian meningkat hingga dua kali lipat lebih dari sebelumnya. Setiap nelayan kini mampu mengumpulkan hasil tangkapan seberat 10,85 ton dari semula hanya sebanyak 5,35 ton saja.
“Ini menunjukkan bahwa dengan dukungan sarana dan sistem yang tepat, kemampuan produksi nelayan bisa meningkat lebih dari dua kali lipat dan hari kerja untuk melaut lebih sering dan lebih produktif,” kata Kepala Staf Kantor Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan melaut para nelayan naik drastis menjadi 13 hari kerja dalam sebulan dibandingkan dengan periode sembilan hari sebelumnya. Kenaikan ini setara dengan 44 persen.
Pendapatan bulanan masyarakat di Samber Binyeri mengalami kenaikan mencapai Rp7,73 juta karena kualitas ikan tetap terjaga. Pertumbuhan penghasilan sebesar 75 persen itu terjadi setelah akses pasar bagi nelayan dibuka luas.
“Ini terjadi karena produktivitas meningkat dan harga ikan menjadi lebih baik berkat kualitas yang terjaga dan akses pasar lebih luas,” kata Qodari.
Dia juga mengungkapkan target ambisius penyerapan tenaga kerja dalam proyek Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencapai 27.000 orang. Jumlah itu terbagi atas 20.000 pekerja konstruksi dan sisanya merupakan pegawai tetap pada berbagai unit fasilitas terkait.
“Kehadiran fasilitas modern seperti pabrik es, gudang beku (cold storage), dan dermaga yang terintegrasi sangat membantu nelayan dalam menjaga kualitas kesegaran ikan hasil tangkapan serta mempermudah proses distribusi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota,” kata Abraham Sen, nelayan setempat.
Artisan, nelayan lokal lain, turut bersyukur atas perubahan kehidupan pesisir yang kini menjadi jauh lebih sejahtera. Menurut dia program pemberdayaan ini sanggup menjamin stabilitas ekonomi keluarga nelayan melalui metode pengelolaan yang sangat mandiri.
“Program ini memberikan dampak nyata terhadap taraf hidup masyarakat pesisir, yang dibuktikan dengan kenaikan pendapatan bulanan nelayan hingga dua kali lipat dibandingkan saat masih menggunakan sarana tradisional, sehingga mampu menjamin stabilitas ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pembangunan tahap pertama proyek dimulai pada September 2025 dengan membangun 65 titik di seluruh penjuru wilayah nusantara. Data kemajuan konstruksi hingga 30 Maret 2026 telah menyentuh 99,23 persen dan siap dioperasikan penuh.
Proyek pembangunan tahap kedua juga sedang berjalan pada 35 desa yang tersebar luas di 17 provinsi berbeda. Pemerintah telah mencatat kemajuan tahap kedua tersebut sebesar 16,68 persen serta menargetkan rampung pada bulan Mei 2026.
Lonjakan besar pembangunan sebanyak 1.000 lokasi nelayan menjadi target utama kerja kementerian sepanjang sisa tahun 2026 ini. Keberhasilan wilayah Samber Binyeri diharapkan menjadi contoh sukses pengembangan sektor perikanan nasional secara menyeluruh ke depannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....