PU Terapkan 'Stick on Wall' untuk Percepat Sekolah Rakyat Sumedang

  • 02 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Progres pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang telah mencapai 87,39 persen hingga 29 Juni 2026
  • Kementerian PU mempercepat pekerjaan finishing melalui inovasi metode stick on wall serta penambahan tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian konstruksi
  • Sekolah Rakyat Sumedang dibangun di atas lahan 7,3 hektare dengan dukungan sekitar 820 tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian proyek

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang melalui inovasi metode stick on wall. Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas pendidikan siap difungsikan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Hingga 29 Juni 2026, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang telah mencapai 87,39 persen. Proyek tersebut terus dipercepat melalui berbagai strategi penyelesaian pekerjaan konstruksi dan tahap penyelesaian.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat difokuskan pada percepatan penyelesaian tanpa mengabaikan standar kualitas. Menurutnya, infrastruktur pendidikan yang memadai menjadi prasyarat mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

"Kementerian PU memastikan fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat dibangun secara cepat, tepat, dan berkualitas. Hal ini agar segera dimanfaatkan masyarakat," kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis yang dikutip, Kamis, 2 Juli 2026.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno mengatakan metode stick on wall diterapkan pada pekerjaan plesteran dan acian dinding. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi solusi untuk memangkas waktu pelaksanaan pekerjaan finishing menjelang tahun ajaran baru.

"Untuk strategi percepatan menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027, kami melakukan penambahan tenaga kerja. Selain itu, kami juga melakukan inovasi pada beberapa pekerjaan finishing, antara lain penggunaan stick on wall," ujar Tomi.

Selain mempercepat pekerjaan, lanjutnya, Kementerian PU juga menyusun zonasi kawasan sekolah sesuai perkembangan pembangunan. Ia mengatakan bangunan yang telah siap dipisahkan dari area konstruksi agar kegiatan belajar tidak terganggu.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Sumedang ini dibangun di atas lahan seluas 7,3 hektare dengan luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Kawasan pendidikan tersebut juga memiliki ruang terbuka hijau seluas 47.961 meter persegi dan melibatkan sekitar 820 tenaga kerja.

Saat ini, gedung sekolah, gedung serbaguna, kantin, dan dapur telah siap untuk difungsikan. Kawasan tersebut juga dilengkapi laboratorium, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang pendidikan modern.

Namun, pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang menghadapi tantangan karena lokasi sebelumnya merupakan kawasan persawahan. Proses pematangan lahan dilakukan dengan mengganti lapisan lumpur menggunakan material yang lebih stabil.

Selain itu, kebutuhan air bersih masih mengandalkan pasokan PDAM yang saat ini mengalir setiap dua hari sekali. Ke depan, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pihak PDAM guna melakukan optimalisasi air.

Proyek Sekolah Rakyat Sumedang dikerjakan PT Brantas Abipraya bersama PT Uno Tanoh Seuramoh melalui skema kerja sama operasi (KSO). Pembangunan tersebut juga mendapat dukungan aktif dari Pemerintah Kabupaten Sumedang selama proses pelaksanaannya.

Pemerintah daerah turut memfasilitasi proses pengadaan lahan untuk mendukung percepatan pembangunan sekolah. Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen membangun gerbang utama dengan desain yang menampilkan kearifan lokal sebagai identitas kawasan pendidikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....