Mensos: "Open House" Tunjukkan Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat

  • 28 Jun 2026 11:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos, Saifullah Yusuf, menyebut kegiatan "open house" menjadi ajang melihat langsung perkembangan siswa Sekolah Rakyat.

RRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan kegiatan “Open House Sekolah Rakyat” menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangannya. Menurut dia, ini juga menjadi ajang bagi orang tua dan calon siswa untuk mengenal proses pembelajaran di sana.

Salah satunya yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan open house ini dihadiri orang tua, calon siswa, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah.

Mensos mengatakan program Sekolah Rakyat telah berjalan hampir 11 bulan. Menurut dia, dalam kurun waktu tersebut para siswa menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi karakter, kesehatan, dan semangat belajar.

“Alhamdulillah setelah lebih dari 10 bulan, proses pembelajarannya semakin baik,” ujarnya, Sabtu 27 Juni 2026. Selain itu, lanjut dia, anak-anak juga menjadi lebih disiplin dan percaya diri.

“Semangat belajarnya meningkat, pertumbuhannya bagus, dan kesehatannya juga semakin baik,” ujarnya. Menurut Gus Ipul, panggilan akrab Mensos, itu menjadi hal yang paling menggembirakan.

Pada kegiatan open house tersebut, Mensos disambut berbagai penampilan siswa. Mereka menampilkan baris variasi, hadrah, tari tradisional, pencak silat, pidato bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Gus Ipul juga berdialog dengan orang tua, siswa, dan calon siswa Sekolah Rakyat. Salah satunya Ita Fitriani, ibu dari Marsya Dwi Cahyani, yang mengaku terharu melihat perubahan putrinya.

"Sekarang sudah berani tampil,” ucapnya. Padahal, lanjut dia, sang putri sebelumnya sangat pemalu sekali dan tertutup.

Ita mengatakan anaknya sempat putus sekolah lebih dari satu tahun. Ini karena penghasilan dia dan suaminya tidak menentu hingga Marsya harus berhenti bersekolah.

Mereka berasal dari keluarga sederhana di Kecamatan Semampir, Surabaya. Suami Ita bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu.

Kini Marsya dapat kembali melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Dia mengaku mengalami banyak perubahan selama hampir dua semester mengikuti pembelajaran.

"Saya lebih disiplin dalan melaksanakan ibadah salat dan manajemen waktu,” ujarnya. Perubahan tersebut, menurut Kemensos, tidak lepas dari peran kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

“Mereka mendampingi siswa membangun karakter, kedisiplinan, serta kepercayaan diri selama tinggal di lingkungan sekolah berasrama,” ujarnya. Kegiatan open house Sekolah Rakyat di Surabaya itu juga dihadiri pejabat Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, dan para akademisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....