Sekolah Rakyat Perkuat Ekosistem Pendidikan Nasional Terintegrasi

  • 26 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah memastikan Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda berjalan dalam satu ekosistem pendidikan.
  • pemerintah menargetkan pemerataan pendidikan melalui kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memastikan Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda berjalan dalam satu ekosistem pendidikan. Ketiga program saling melengkapi untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan.

Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan mengatakan, pemerintah menargetkan pemerataan pendidikan melalui kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi afirmasi bagi kelompok rentan karena program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses pendidikan.

Bahkan, lanjut dia, Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Seluruh kementerian menjalankan peran masing-masing dalam satu kebijakan pendidikan nasional.

“Kemendikdasmen menyusun kurikulum, Kementerian PUPR membangun fasilitas, sedangkan pemerintah daerah menyediakan lahan. Semua bekerja bersama memperkuat ekosistem pendidikan nasional,” kata Andy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Pemerintah juga menyiapkan peta jalan pembangunan Sekolah Rakyat secara bertahap. Targetnya mencapai 100 sekolah baru setiap tahun hingga 2029.

Ekspansi tersebut diharapkan menghasilkan 500 titik Sekolah Rakyat. Program itu dibarengi pemberdayaan ekonomi keluarga melalui bantuan sosial dan Koperasi Desa Merah Putih.

Andy mengatakan, pendidikan harus menghadirkan harapan bagi masyarakat kurang mampu. Pemerintah ingin menghapus stigma bahwa kemiskinan menghalangi masa depan anak.

“Sekolah Rakyat memuliakan wong cilik dan menjangkau yang belum terjangkau. Program ini memungkinkan yang dianggap mustahil menjadi kenyataan bagi anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Menurut Andy, pendidikan menjadi investasi menuju Indonesia Emas 2045. Lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, pengamat pendidikan Dr. R. Alpha Amirrachman menilai kebijakan berlapis tersebut sangat tepat. Pembagian peran antarsekolah dinilai memperkuat keadilan pendidikan nasional.

Ia menyebut strategi itu membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Kolaborasi lintas kementerian juga memperkuat penyelarasan kurikulum dan mutu pendidikan.

Alpha menilai peserta didik perlu dibekali karakter dan keterampilan masa depan. Literasi kecerdasan buatan serta data science menjadi kompetensi penting.

Pemerintah optimistis sinergi lintas sektor mempercepat transformasi pendidikan nasional. Seluruh jalur pendidikan diarahkan mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

Pemerintah menegaskan revitalisasi sekolah negeri tetap menjadi prioritas utama. Kehadiran Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda memperluas layanan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....